Notification

×

Iklan

Iklan

Korban Tewas Akibat Virus Corona Melonjak, Dinkes Pastikan Jabar Aman

Selasa, 04 Februari 2020 | 18:45 WIB Last Updated 2020-02-04T11:45:47Z
 Korban Tewas Akibat Virus Corona Melonjak, Dinkes Pastikan Jabar Aman

Pasundan Post ■ Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat memastikan wilayah Jabar masih aman dari paparan virus corona. Kepala Seksi Surveilans Imunisasi Dinkes Jabar, dr. Luqman Yanuar Rachman menyatakan, hingga tanggal 4 Februari 2020, pihaknya belum mendapat laporan mengenai adanya pasien yang positif terpapar virus corona.

"Menurut data WHO, penyebaran virus corona masih bertambah, bahkan sudah menyebar ke 23 negara. Jumlah pasien terpapar virus corona untuk saat ini masih banyak di China, karena sumbernya di sana," katanya, hari ini.

Data terakhir yang diterima menyebutkan, korban tewas dari virus Corona baru di Cina melonjak di atas 360 pada hari Senin (3/2/2020) melampaui jumlah kematian akibat krisis SARS dua dekade lalu di negara itu, dengan lusinan orang tewas dalam karantina episenter yang dikarantina di titik nol.

57 kematian baru dikonfirmasi adalah peningkatan terbesar sejak virus terdeteksi akhir tahun lalu di pusat kota Wuhan, di mana diyakini telah menular dari hewan di pasar ke manusia.

Virus ini telah menyebar ke lebih dari 24 negara, meskipun banyak pemerintah memberlakukan larangan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya pada orang-orang yang datang dari Cina.

Organisasi Kesehatan Dunia telah menyatakan krisis itu sebagai darurat kesehatan global, dan kematian orang asing pertama dari virus itu dilaporkan terjadi di Filipina pada hari Ahad lalu.

Di Cina, semua kecuali satu dari 57 kematian baru dilaporkan pada Senin terjadi di Wuhan dan provinsi Hubei lainnya, yang sebagian besar telah dikunci selama hampir dua minggu untuk menghentikan orang-orang pergi dan menularkan virus.

Korban tewas nasional mencapai 361, melebihi 349 kematian akibat wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) tahun 2002-2003 di Cina daratan.

Sementara di Indonesia, khususnya di Jabar,  belum ada kasus yang terkonfirmasi," jelas dr. Luqman Yanuar Rachman, pada Selasa (4/2/2020).

Kendati demikian, Luqman menyatakan Dinkes Jabar terus mewaspadai adanya kemungkinan penyebaran virus corona ke Indonesia, khususnya wilayah Jabar.

Untuk itu, Dinkes Jabar terus berkoordinas dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk bersiaga di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia seperti pelabuhan dan bandara.

"Kita bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan untuk menyiagakan tim khusus agar melakukan screening terhadap orang-orang dari luar negeri. Screening ini dilakukan agar diketahui riwayat kesehatan dan apakah orang tersebut punya riwayat perjalan dari wilayah yang terpapar virus corona," ujarnya.

Jika terdapat wisatawan atau tenaga kerja asing yang diduga terpapar virus corona saat tiba di bandara maupun pelabuhan, maka tim Kantor Kesehatan Pelabuhan akan langsung melakukan isolasi dan melakukan evakuasi ke rumah sakit.

"Untuk wilayah Jabar, kami punya tujuh Rumah Sakit rujukan untuk virus corona, yakni Rumah Sakit Hasan Sadikin, Rumah Sakit Rotinsulu, Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon, Rumah Sakit Umum Daerah dr. Slamet Garut, Rumah Sakit Umum Daerah Subang, Rumah Sakit Umum Daerah Syamsudin Sukabumi, dan Rumah Sakit Umum Daerah Indramayu," imbuhnya.(R1/AFP)

×
Berita Terbaru Update