-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Pemprov Jabar Sebar 1 Juta Masker, Pengajuan Bisa Melalui Aplikasi PIKOBAR

    Redaksi
    Sabtu, 21 Maret 2020, 20:43 WIB Last Updated 2020-03-21T13:43:08Z
      Pemprov Jabar Sebar 1 Juta Masker, Pengajuan Bisa Melalui Aplikasi PIKOBAR

    PASUNDAN POST ■ Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membagikan sekitar satu juta masker kepada masyarakat dalam upaya mencegah penularan virus china penyebab COVID-19.

    Pembagian masker akan dimulai Senin (23/3/2020) lusa dengan prioritas warga yang mengalami gejala sakit berupa infeksi virus corona tipe SARS-Cov-2.

    "Per hari Senin warga akan dibagikan masker, tapi untuk tahap satu didahulukan kepada mereka yang sakit atau yang bergejala sakit dan prosedur memintanya di puskesmas," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Sabtu (21/3/2020).

    Ridwan Kamil berujar bahwa pemerintah provinsi memprioritaskan penyediaan masker di puskesmas yang berada di daerah dengan kasus COVID-19 banyak seperti Bogor, Depok, Bekasi, dan Bandung Raya.

    Puskesmas di wilayah tersebut diminta segera mengajukan permintaan masker ke pemerintah provinsi melalui aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat).

    Setelah menerima permintaan masker dari puskesmas, Dinas Kesehatan Jawa Barat akan mengirimkan masker ke puskesmas menggunakan layanan PT Pos Indonesia.

    "Jadi dalam dua hari ini puskesmas mengajukan kebutuhannya via PIKOBAR lalu melalui PT Pos kami kirim ke pelosok-pelosok puskesmas yang kita prioritaskan," kata Kang Emil.

    Emil menjelaskan, pembagian masker dilakukan melalui puskesmas karena unit kesehatan tersebut paling dekat dengan masyarakat dan lebih mengetahui kondisi masyarakat di sekitarnya.

    Gubernur mengatakan bahwa pemerintah provinsi berencana membagikan masker kepada seluruh warga yang membutuhkan.

    "Sebenarnya idealnya semua dibagikan (masker), tapi dengan keterbatasan tadi, jumlah penduduk Jabar 50 juta jiwa secara matematika tidak mungkin," kata Kang Emil.

    "Maka kita salurkan di tahap satu ini untuk petugas kesehatan dan mereka yang bergejala sakit dulu," imbuhnya.

    ■ Aisha Syifa/ Antara

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +