-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Geger Vidio Diskusi Sengketa Lahan, Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi

    Redaksi
    Rabu, 10 Juni 2020, 11:09 WIB Last Updated 2020-06-10T04:11:31Z
      Geger Vidio Diskusi Sengketa Lahan, Kepsek SMKN Garut Bawa Senpi

    PASUNDAN POST ■ Dalam sebuah tayangan video yang beredar terlihat Kepala SMK Negeri 1 Garut Dadang Johar Arifin mengantongi senjata api (senpi) di saku celananya. Meski begitu, senpi tersebut tidak dikeluarkan.

    Beredarnya vidio di aplikasi WA itu, kemudian menjadi buah bibir warga.

    Pengurus Kadin Garut Galih Qurbany membenarkan bahwa kepala SMKN 1 Garut membawa senpi saat diskusi terkait soal penggunaan lahan Toserba Patriot di kawasan Simpang Lima, Kecamatan Tarogong Kidul.

    “Kejadiannnya, Jumat (5/6). Banyak yang melihat bahwa pak Dadang bawa senpi,” terangnya kepada awak media, pada Selasa (10/6).

    Saat terjadi perbincangan, pihaknya terkejut karena melihat Dadang membawa senjata api. Dadang menyimpan senjata di saku celananya.

    “Sebagai kepala sekolah kenapa membawa senjata api, itu yang jadi aneh. Kenapa bawa senjata api yang bisa memicu tindakan anarkis,” katanya.

    Menurut dia, sebenarnya tidak ada sengketa gedung milik pemerintah itu. Karena Pemkab Garut sudah meminjamkan untuk dijadikan Sekretariat Kadin Garut, sehingga pihaknya tidak melakukan penyerobotan aset.

    “Memang gedung tersebut dikelola SMKN 1 Garut. Tetapi sekarang Pemda Garut sudah menyerahkan kepada Kadin. Kami sudah mengantongi izin penggunaan bangunan dari pemkab,” katanya.

    Ditemui terpisah, Kepala Sekolah SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin membenarkan saat bertemu dengan pengurus Kadin Garut membawa senjata api di saku celananya.

    “Takut terjadi apa-apa, saya bawa senjata dan disimpan di celana. Waktu itu saya pakai celana pendek karena sedang olahraga,” ucap Dadang di SMKN 1 Garut Selasa (9/6).

    Senjata tersebut dibawa karena dirinya khawatir terjadi keributan. Apalagi saat pertemuan pada Jumat (5/6), kata dia, banyak yang memprovokasi, sedangkan ia hanya datang dengan stafnya yang tak lebih dari 10 orang.

    “Senjata yang dibawa ini, murni untuk membela diri. Saya juga tidak keluarkan senjatanya. Cuma disimpan di saku celana,” ujarnya, seperti dirilis RadarTasik.

    Dadang menyebut senjata api yang dimilikinya merupakan barang legal. Ia juga memiliki surat-surat bukti kepemilikan senjata.

    “Pelurunya juga belum keluar satu pun. Kemarin malam saya juga sudah klarifikasi ke polisi soal kepemilikan senjata,” katanya. (**)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +