Notification

×

Iklan

Iklan

Prajurit YR 303 Kostrad Ziarah ke Makam Prabu Kiansantang

Kamis, 30 Juli 2020 | 18:56 WIB Last Updated 2021-10-05T16:53:24Z
  Prajurit YR 303 Kostrad Ziarah  ke Makam Prabu Kiansantang

PASUNDAN POST ■ Batalyon Infanteri Raider 303 Kostrad melaksanakan rangkaian kegiatan tradisi satuan, yaitu melaksanakan ziarah ke salah satu situs dan makam pendiri kerajaan yang juga seorang wali yang ada di seputaran wilayah Jawa Barat, pada Rabu (29/7/20).

Diawali dengan ziarah ke situs/petilasan Ciung Wanara Karangkamulyan di daerah Ciamis dan dilanjutkan ke Makam Prabu Kiansantang/Syekh Sunan Rohmat Suci yang dipimpin langsung oleh Komandan Batalyon Infanteri Raider 303 Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos (Pejabat Danyon Lama) dan Mayor Inf Mohammad Sujoko (Calon Pejabat Danyon Baru).

Tradisi ziarah ke Petilasan/Situs dan makam tersebut diikuti oleh perwakilan prajurit Yonif Raider 303 Kostrad yang telah melaksanakan tugas menjaga perbatasan RI-Malaysia beserta ibu-ibu Persit Kartika Chandra Kirana Ranting 2 Yonif Raider 303 Kostrad.

Kegiatan ini merupakan tradisi satuan Yonif Raider 303 Kostrad yang biasa dilaksanakan sebelum melaksanakan serah terima jabatan Danyonif Raider 303 Kostrad atau kegiatan ziarah ini  memang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Komandan Yonif Raider 303 Kostrad, Letkol Inf Taufik Ismail, S.Sos., menyampaikan, nilai-nilai yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah untuk mengenang jasa-jasa para leluhur kita dan memotivasi prajurit khususnya prajurit Yonif R 303 Kostrad agar tetap loyal bekerja sepenuh hati dan tetap memberikan yang terbaik untuk satuan siapapun pemimpinnya.

Danyon berharap setiap individu prajurit dapat mengilhami dan meresapi semangat juang Ciung Wanara dan Prabu Kiansantang dalam menjaga keutuhan kerajaan Padjajaran serta perjuangan dalam menyebarkan agama Islam, semangat itu pula yang juga harus dikobarkan di dalam jiwa prajurit untuk mencapai keberhasilan didalam pelaksanaan tugas nantinya.

“Semangat nasionalisme, patriotisme dan dilandasi dengan mental dan spiritual yang tangguh kepada Tuhan YME serta profesional di dalam menjalankan tugas, seperti kata bijak mengatakan sesungguhnya bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa para pendahulunya," pungkasnya. (Pen/Red).


×
Berita Terbaru Update