-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli Sukabumi Respon Terhadap Nasib Tuna Netra di Cikaracak

    Redaksi Jabar
    Rabu, 14 Oktober 2020, 21:23 WIB Last Updated 2020-10-14T14:23:00Z
     
    Komunitas Sahabat Kristiawan Peduli Sukabumi Respon Terhadap Nasib Tuna Netra di Cikaracak

    PASUNDAN POST ■ Respon cepat dari salah seorang pegiat sosial sekaligus pendiri komunitas Sahabat Kristiawan Peduli (SKP) untuk membantu seorang tuna netra bernama Hamid (49 tahun), bahwa ia telah menerima laporan dari warga karena warung miliknya dibobol kawanan maling hingga menghabiskan seluruh barang dagangannya.

    Melalui pantauan pasundanpost.com dilokasi, pada Rabu (13/10/2020) sore, Kristiawan Saputran yang di dampingi anak kandungnya turun langsung meninjau keberadaan pak hamid untuk memastikan kebenarannya bahwa warung miliknya sudah di gondol maling.

    "Saya terima laporan dari warga bahwa warung pak hamid tutup sudah 4 bulan dikarenakan ada yang membobol, semua barang dagangnnya habis. Saat ini kami langsung mengecek kebenarannya. Sesaat tiba dilokasi, ternyata benar bahwa barang dagangnnya habis," ujar kristiawan saputra kepada pasundanpost.com dilokasi.

    Sambung kristiwan, ia kedepannya berencana bersama tim SKP akan menggelar donasi dan mengajak kepada tim untuk berdonasi dengan membantu mengisi kembali barang dagangannya. 

    "Insha Allah kita akan membantu kembali memberikan modal supaya pak hamid bisa buka lagi, untuk konsepnya kita akan rubah karena posisi warungnya jauh kemana2. Jadi nantinya pake grobak dan bisa dibawa pulang barang jualannya," kata Kristiawan.

    Dikabarkan sebelumnya, Sungguh malang nasib yang dialami seorang tuna netra bernama Hamid (49) warga Kampung Cikaracak Rt 42/08, Desa Pulosari, Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi.

    Pasalnya, pasca warungnya dibobol maling sejak empat bulan lalu, kini mata pencahariannya hilang dan drastis tak menentu. Kini, Ia terpaksa beralih profesi menjadi buruh penjualan batu split.

    ■ R Aj
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +