-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Ikan Hiu Tutul Mati Terdampar Di Pantai Cirangrangan, Warga Malah Merecahnya Untuk Dikonsumsi

    PasundanPost.com
    Minggu, 26 September 2021, 23:01 WIB Last Updated 2021-10-05T17:16:20Z

    PASUNDAN POST ■  Seekor ikan jenis hiu tutul terdampar di pesisir Pantai Cirangrangan Desa Talagasari, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Minggu (26/9/2021) pagi. 

    Ikan berukuran besar inipun sempat membuat heboh warga setempat.

    Sayangnya, kondisi ikan hiu tutul atau rhincodon typus yang diperkirakan memiliki panjang mencapai 4 meter dengan berat 2 ton tersebut sudah dalam kondisi mati ketika ditemukan warga sekitar. 

    Hingga akhirnya warga pun berinisiatif untuk memotong-motong (merecah) ikan malang tersebut menjadi bagian-bagian kecil dan dibawa pulang untuk dikonsumsi warga.

    Berdasarkan penelusuran,  kronologi penemuan ikan hiu itu berawal ketika ada seorang nelayan sedang mencari ikan yang kemudian melihat ikan hiu terdampar sekitar pukul 10.00 wib. Saat itu, kondisi Ikan Hiu Tutul tersebut memang sudah mati.

    "Dagingnya kami potong rame bersama warga lain untuk dimanfaatkan dari pada busuk," kata Iing (50) salah satu warga sekitar.

    Iing menjelaskan, peristiwa terdamparnya Ikan Hiu yang mati akibat terseret air laut ke pinggir Pantai Cirangrangan bukan kali ini saja terjadi.

    "Dulu tahun 2019 lalu, sama kaya gini ada ikan hiu yang terdampar di pantai ini, terus kami recah recah untuk dikonsumsi dari pada mubajir," paparnya.


    Sementara, Kepala UPTD  Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Jayanti Eli Muslihat menyayangkan, adanya seekor ikan hiu tutul mati terdampar dipinggir pantai Cirangrangan yang telah dipotong potong dagingnya untuk dikonsumsi oleh warga sekitar.

    Menurutnya, selain dilarang karena ikan hiu tutul termasuk hewan langka dan masuk dalam status konservasi satwa dilindungi sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2013 tentang status perlindungan penuh ikan hiu tutul atau hiu paus.

    Umur ikan hiu tutul tersebut juga di perkirakan mencapai puluhan bahkan ratusan tahun. Sehingga dikhawatirkan sebelum ikan antar benua tersebut mati terdampar. Ikan tersebut memakan makanan berbahaya.

    "Meski kondisi ikan hiu tutul itu dagingnya masih dalam keadaan segar, dikhawatirkan ikan itu ada penyakitnya. Jadi saya sarankan sebaiknya dikubur saja bangkai ikannya bila kedepan menemukan hal serupa," pungkasnya.(Ddy)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...