-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Ricuh Penyaluran BPNT di Sukabumi Tidak Sesuai Rp600 Ribu, BPD Ditunjuk-tunjuk Kades Neglasari

    Redaksi
    Sabtu, 26 Februari 2022, 14:57 WIB Last Updated 2022-02-27T12:56:25Z

    PASUNDAN POST ■  Kericuhan terjadi saat pembagian Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang saat ini digantikan oleh uang tunai sebesar Rp600 ribu di Desa Neglasari, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi. Hal tersebut dipicu oleh pembagian paket sembako yang nilainya tidak sesuai dengan bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). 

    Dalam video yang viral beredar di sosmed terlihat keributan terjadi antara Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dengan Kepala Desa (Kades) Neglasari, Rahmat Hidayat yang memprotes nilai yang tidak sesuai, hingga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Neglasari, Asri Suardi ditunjuk-tunjuk oleh Kades Neglasari ketika pelaksanaan penyaluran bantuan tersebut. 

    Saat dikonfirmasi, Ketua BPD Neglasari, Asri Suardi mengatakan bahwa sebelum pelaksanaan penyaluran dirinya menghimbau kepada masyarakat yang terdaftar sebagai KPM agar segera melaporkan kepada dirinya jika nilai bantuan tidak sesuai dengan nilai Rp600 ribu. 

    "Awalnya penyaluran tersebut normal tidak ada permasalahan, namun lama kelamaan banyak yang mengadu kepada saya bahwa nilai paket sembako yang dijual oleh BUMDes tidak mencapai nilai Rp600 ribu," ujar Asri kepada Wartawan, Sabtu (26/2/2022). 


    Lalu BPD datang ke kantor desa untuk memantau. Diketahui alur KPM mendapat bantuan sembako tersebut adalah setelah KPM mengambil uang Rp600 ribu dari juru bayar dan didokumentasikan, lalu uang tersebut diserahkan ke bendahara Bumdes dan KPM mendapat nota pembelian sembako. 

    Selanjutnya KPM diarahkan belanja ke BUMDes dengan datang ke rumah Ketua BUMDes yang berjarak 100 meter dengan menukar kupon tersebut dengan satu paket yang berisi beras 30 Kg beras, 2,2 ons daging, 3 bungkus tahu, 3 bungkus tempe dan 1,5 kg apel. 

    "Saya menyempatkan survey ke pasar untuk mengecek harga paket yang dibeli warga dari BUMDes dan ketika dihitung jumlahnya mencapai Rp397 ribu. Ada selisih Rp200 ribu lebih dari nilai total bantuan sebesar Rp600 ribu," ujarnya.

    Usai mengecek harga, Asri kemudian datang ke tempat pembelian sembako untuk menyampaikan keluhan KPM. Di tempat itu dia bertemu ketua BUMDes dan disana pun ada Kades Neglasari dan perwakilan dari pemerintah Kecamatan Lengkong. 

    Setelah menanyakan selisih tersebut kepada pihak Bumdes dan Kades, lalu Asri kembali beraktivitas hingga mendapat laporan bahwa penyaluran bantuan sembako diprotes warga. Dia pun datang ke kantor desa hingga terjadinya cekcok dengan Kades. 

    "Ketika warga adu debat dengan kades, saya juga menyampaikan keluhan warga. Saya meminta dihentikan dulu tujuannya agar tuntas dan KPM tidak dirugikan. Disitulah kades nunjuk-nunjuk saya," jelasnya.

    Asri menampik tuduhan adanya mobilisasi warga, dirinya menegaskan bahwa BPD tidak mengerahkan warga untuk protes. Sebab sebelum dia datang, warga sudah melayangkan protes ke Kades. 

    "Kabarnya Selasa (1/3/2022) akan ada musyawarah kembali terkait permasalahan ini, namun saya dengar semalam Kades dengan Ketua BUMDes dipanggil oleh Kapolsek, tanpa melibatkan KPM dan BPD, harusnya sih dilibatkan semua," ujar Asri. 

    Sementara itu, Kades Neglasari, Rahmat Hidayat hingga berita ini diturunkan belum membalas pesan dan ketika dihubungi nomor teleponnya tidak tersambunykan. (M. Afnan)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +