-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Viral ! Sekelompok Orang Cabut Label Gereja Tenda Korban Gempa, Polisi Lakukan Pemanggilan

    Redaksi
    Minggu, 27 November 2022, 19:41 WIB Last Updated 2022-11-30T13:58:20Z
    PASUNDAN POST ■  Polisi akui telah melakukan pemanggilan kepada terduga pelaku pencopotan stiker berlabel gereja ditenda korban gempa Cianjur.

    Pemangggilan tersebut,buntut dari viralnya sebuah video aksi sekelompok orang mencabut label gereja pada tenda bantuan yang diberikan tim berbagi dari rumah ibadah untuk korban gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. 

    Dalam video yang telah beredar di media sosial,awalnya terlihat seseorang memvideokan deretan tenda yang berlabel aksi kasih dari rumah ibadah dengan narasi yang cukup provokatif.

    Selain itu tampak sekelompok orang yang diketahui dari salah satu organisasi masyarakat (Ormas) GARIS itu pun mencopot stiker gereja ditenda korban gempa.

    Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan membenarkan,bahwa pihaknya telah melakukan pemanggilan dan menjalani pemeriksaan kepada pimpinan Ormas Garis tersebut.

    "Sudah diperiksa tadi malam,sudah berjanji tidak akan mengulangi. Kalau terjadi lagi, kita akan proses hukum," kata Doni kepada wartawan pada Minggu (27/11/2022).

    Doni menegaskan,jika masyarakat Cianjur sangat memegang tinggi toleransi,bantuan dari setiap kelompok manapun diterima dengan terbuka.Untuk para korban bencana gempa bumi yang mengakibatkan ratusan warga tewas serta puluhan ribu orang mengungsi. 

    "Jadi saya perlu tegaskan dan luruskan jika masyarakat Cianjur, terutama pengungsi tidak intoleran, mereka sangat toleran, menerima bantuan dari manapun tanpa melihat latar belakang kelompok. Tapi untuk Ormasnya itu jelas intoleran," ujarnya.

    Diakuinya,terkait bredarnya video tersebut saat ini para pengungsi jadi resah,pasalnya dalam situasi masih darurat bencana ini.Mereka masih membutuhkan bantuan untuk bertahan di pengungsian. 

    "Tenda masih digunakan untuk mengungsi, jadi pada dasarnya semua menerima. Itu hanya ulah oknum. Bahkan kini pengungsi jadi resah karena aksi tersebut," paparnya. 

    Doni pun berharap umat nasrani tidak terprovokasi dengan adanya aksi intoleran yang sudah dilakukan salah satu Ormas tersebut. 

    "Kami berharap semua pihak tetap memberikan bantuannya. Karena kejadian tersebut merupakan aksi dari oknum Ormas. Secara keseluruhan warga Cianjur sangat toleran, menerima bantuan dari manapun tanpa melihat suku, agama, ras, antar golongan," pungkasnya.(Ddy)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +