SUKABUMI – Musibah kebakaran yang menghanguskan sejumlah rumah warga di Kampung Cimahi Girang, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, mengundang kepedulian berbagai pihak.
Di tengah upaya warga memulihkan diri setelah kehilangan tempat tinggal dan barang berharga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PKB, H. Usep, turun langsung memberikan bantuan kepada para korban pada Sabtu (5/9/2026).
Bantuan yang disalurkan antara lain berupa sembako, perlengkapan mandi, handuk, alat tulis kantor (ATK), serta sejumlah kebutuhan lainnya.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga yang terdampak kebakaran, terutama mereka yang kehilangan tempat tinggal dan berbagai kebutuhan sehari-hari.
H. Usep mengatakan, kehadirannya di lokasi bukan hanya untuk menyerahkan bantuan. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
“Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa warga Kampung Cimahi Girang, Desa Cikahuripan. Bantuan ini memang tidak sebanding dengan kerugian yang dialami, tetapi mudah-mudahan dapat meringankan beban para korban kebakaran,” ujar H. Usep.
Menurut H. Usep, musibah yang dialami warga menjadi pengingat pentingnya membangun kepedulian dan solidaritas di tengah masyarakat.
Ia menilai dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar para korban tidak merasa menghadapi musibah tersebut seorang diri.
“Perhatian dan kepedulian bersama sangat penting. Kita harus saling membantu, terutama kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” tegasnya.
Delapan Rumah Terbakar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran di Kampung Cimahi Girang terjadi pada Rabu malam, 2 September 2026, sekitar pukul 22.00 WIB.
Api diduga pertama kali muncul akibat korsleting listrik di salah satu rumah warga. Dalam waktu singkat, kobaran api kemudian merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Kondisi sejumlah bangunan yang sudah cukup tua serta cuaca yang masih relatif kering diduga turut membuat api cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah lainnya.
Komandan Damkar Posko VI Cisaat Sukabumi, Unang Suryana, mengatakan petugas langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai kejadian tersebut.
Sebanyak tiga unit armada gabungan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan kobaran api hingga akhirnya situasi berhasil dikendalikan sekitar pukul 00.00 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerugian material yang cukup besar.
Sebanyak delapan kepala keluarga (KK) terdampak dan untuk sementara harus meninggalkan tempat tinggal mereka. Para korban kemudian mengungsi ke rumah kerabat.
Bagi warga terdampak, kerugian akibat kebakaran bukan sekadar hilangnya bangunan rumah. Berbagai barang kebutuhan sehari-hari, perlengkapan keluarga, hingga benda-benda yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka turut musnah dilalap api.
Pendataan dan Bantuan untuk Korban Terus Dilakukan
Pasca-kebakaran, unsur Forkopimcam Kadudampit bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi dan pendataan terhadap warga terdampak.
Pendataan dilakukan untuk mengetahui kebutuhan korban, termasuk material yang diperlukan untuk perbaikan maupun pembangunan kembali rumah serta kebutuhan logistik selama warga menjalani masa pemulihan.
Kondisi tersebut sekaligus membuka kesempatan bagi berbagai elemen masyarakat untuk turut membantu warga yang terdampak.
Semangat gotong royong dinilai menjadi salah satu kekuatan penting agar para korban dapat segera bangkit setelah kehilangan tempat tinggal.
Bantuan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan sehari-hari, material bangunan, maupun dukungan lainnya diharapkan terus mengalir hingga kondisi warga berangsur pulih.
Musibah memang datang tanpa mengenal waktu. Namun, dari tengah kepedihan tersebut, solidaritas kemanusiaan juga dapat tumbuh.
Kehadiran H. Usep dan bantuan yang diberikan menjadi salah satu bentuk nyata bahwa kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa prihatin, tetapi juga perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata.
Kini, harapan para korban adalah dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan menata kehidupan mereka seperti sediakala.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan dari pemerintah, wakil rakyat, lembaga sosial, dunia usaha, serta seluruh lapisan masyarakat masih sangat dibutuhkan.**

