CIANJUR — Kasus kekerasan kembali terjadi di kawasan jalur pendakian Gunung Gede Pangrango. Seorang petugas Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) bersama seorang relawan menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan sejumlah oknum basecamp di kawasan Gunung Putri, Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam. Polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut, sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.
Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho Hadi mengatakan, pelaku berinisial I (40) diamankan petugas di rumahnya tanpa perlawanan.
“Satu orang pelaku sudah diamankan dan empat orang lainnya masih dalam pengejaran petugas,” kata Alexander, Kamis (10/9).
Menurut kepolisian, insiden bermula ketika sejumlah pelaku mendatangi pos penjagaan TNGGP di pintu masuk jalur pendakian Gunung Putri.
Di lokasi tersebut, para pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap petugas dan relawan. Selain menyerang korban, mereka juga diduga melakukan perusakan terhadap sejumlah fasilitas di pos penjagaan.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka sobek pada bagian bibir serta memar di sejumlah bagian tubuh. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di RSUD Cimacan.
Polisi menyebut terdapat lima orang yang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan dan perusakan tersebut. Satu pelaku telah diamankan, sedangkan empat lainnya masih dalam pencarian.
Hingga kini, kepolisian masih mendalami motif di balik penganiayaan petugas TNGGP dan relawan tersebut.
Alexander mengatakan, penyidik akan mengusut lebih jauh latar belakang kejadian setelah seluruh pelaku berhasil diamankan.
“Kami akan mendalami motif dari penganiayaan dan perusakan setelah empat pelaku lainnya ditangkap,” ujarnya.
Polisi saat ini masih melakukan pengejaran terhadap empat pelaku lain yang identitasnya telah diketahui. Penanganan perkara mencakup dugaan penganiayaan terhadap petugas dan relawan serta perusakan fasilitas di pos penjagaan TNGGP.**
