SUKABUMI – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah sekitar Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (15/10/2026) petang menyebabkan 17 rumah mengalami kerusakan. Sebanyak 52 warga terdampak akibat gempa yang terjadi sekitar pukul 17.58 WIB tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat, kerusakan rumah tersebar di Kecamatan Kabandungan, tepatnya di Desa Tugu Bandung dan Desa Kabandungan. Kerusakan didominasi retakan pada dinding tembok dan dikategorikan ringan.
Manager Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan hasil asesmen sementara menunjukkan belasan rumah terdampak gempa.
"Dampak gempa bermagnitudo 4,1 kemarin (Kamis) ada belasan rumah yang dilaporkan rusak di Kecamatan Kabandungan," kata Daeng, Jumat (16/10/2026).
Kerusakan Rumah Tersebar di Dua Desa
Di Desa Tugu Bandung, kerusakan dilaporkan terjadi di Kampung Kaladi RT 02/06. Sebanyak dua rumah mengalami retakan pada bagian dinding tembok.
Dampak di lokasi tersebut dirasakan oleh dua kepala keluarga (KK) dengan total tujuh jiwa.
Sementara itu, kerusakan lebih banyak ditemukan di Desa Kabandungan, khususnya di Kampung Cipanas. Berdasarkan data BPBD, kerusakan tersebar di tiga wilayah rukun tetangga (RT).
Rinciannya, di Kampung Cipanas RT 17/07 terdapat lima KK atau 13 jiwa terdampak. Di RT 18/07, sebanyak sembilan KK dengan total 27 jiwa terdampak. Adapun di RT 19/07, satu KK yang terdiri atas lima jiwa turut terdampak.
Dengan demikian, hasil pendataan BPBD mencatat total 17 rumah terdampak dengan jumlah penghuni mencapai 52 jiwa.
Kerusakan Tergolong Ringan, Warga Tidak Mengungsi
Daeng menjelaskan, kerusakan rumah akibat gempa sejauh ini masuk kategori ringan. Retakan pada dinding menjadi kerusakan yang paling banyak ditemukan dalam pemeriksaan di lapangan.
Meski mengalami kerusakan, rumah-rumah tersebut masih dapat ditempati. Karena itu, tidak ada warga yang dilaporkan mengungsi akibat kejadian tersebut.
"Rumah masih bisa ditinggali. Jadi, tidak ada warga yang mengungsi. Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan," ujarnya.
BPBD Kabupaten Sukabumi terus memantau kondisi wilayah terdampak untuk mengetahui perkembangan situasi dan memastikan informasi mengenai dampak gempa dapat diperbarui sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.
BMKG Catat Dua Gempa di Wilayah Sukabumi
Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat dua kejadian gempa bumi pada Kamis (15/10/2026).
Gempa pertama memiliki magnitudo 3,5. Episenternya berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,61 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat, sekitar 25 kilometer di utara Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman sembilan kilometer.
Sementara itu, gempa kedua tercatat bermagnitudo 4,1. Episenternya berada pada koordinat 6,73 derajat Lintang Selatan dan 106,60 derajat Bujur Timur, tepatnya di darat, sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman lima kilometer.
Gempa kedua tersebut menjadi kejadian yang dilaporkan berdampak pada sejumlah rumah warga di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Hingga Jumat (16/10/2026), berdasarkan keterangan BPBD, tidak ada laporan warga yang harus mengungsi akibat kerusakan tersebut.**
