Notification

×

Iklan

Iklan

Kekeringan di Jawa Barat Meluas, 1,4 Juta Jiwa Terdampak dan 40,75 Juta Liter Air Bersih Disalurkan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 17:42 WIB Last Updated 2026-10-22T11:05:39Z

BANDUNG — Krisis air bersih akibat bencana kekeringan di Jawa Barat (Jabar) kian meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar hingga Selasa, kekeringan telah berdampak pada 1.405.110 jiwa atau 429.634 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 879 desa/kelurahan dan 281 kecamatan.

Di tengah meluasnya dampak kekeringan, pemerintah daerah bersama berbagai lembaga dan unsur masyarakat terus menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

BPBD Jabar mencatat total distribusi air bersih telah mencapai 40.753.275 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah kabupaten dan kota yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah penduduk terdampak terbesar, yakni 412.755 jiwa. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Purwakarta dengan 173.442 jiwa, disusul Kabupaten Garut yang mencatat 117.434 jiwa terdampak.

Kabupaten Bekasi Terima Distribusi Air Terbanyak

Dari sisi penyaluran bantuan, Kabupaten Bekasi menjadi wilayah penerima air bersih terbanyak dengan total sekitar 15,8 juta liter.

Kabupaten Bogor berada di urutan berikutnya dengan distribusi sekitar 7,6 juta liter. Sementara itu, Kabupaten Ciamis menerima sekitar 3,3 juta liter, Kota Tasikmalaya 2,5 juta liter, dan Kabupaten Pangandaran 2,3 juta liter.

Penyaluran bantuan juga menjangkau sejumlah wilayah lainnya, termasuk Bandung, Subang, Sukabumi, hingga Majalengka.

Perbedaan jumlah bantuan yang diterima setiap daerah menunjukkan bahwa distribusi air bersih menjangkau berbagai wilayah terdampak dengan volume penyaluran yang bervariasi.

Kolaborasi 12 Lembaga Dukung Penanganan Kekeringan

Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak melibatkan kolaborasi 12 lembaga dan unsur lintas sektor.

BPBD Jawa Barat menjadi kontributor terbesar dengan penyaluran sekitar 25,7 juta liter air bersih. Dukungan lainnya berasal dari Palang Merah Indonesia (PMI), perusahaan daerah air minum (PDAM), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Taruna Siaga Bencana (Tagana), komunitas masyarakat, dunia usaha, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), serta unsur TNI dan Polri.

Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan bantuan, terutama bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses terhadap sumber air bersih.

Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat Hardjasasmita, mengatakan data rekapitulasi menunjukkan dampak kekeringan telah melanda lebih dari 1,4 juta jiwa di ratusan wilayah di Jawa Barat.

“Data rekapitulasi mencatat dampak kekeringan telah melanda 1,4 juta jiwa di 281 kecamatan, dengan total penyaluran bantuan menembus 40,75 juta liter,” ujar Hadi.

Warga Terdampak Diminta Segera Melapor

Di tengah penanganan yang terus berlangsung, BPBD Jabar mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat air bersih agar segera berkoordinasi dengan pemerintah desa atau kelurahan setempat.

Warga juga dapat menghubungi Call Center BPBD Jabar di nomor 0899-9404-629 untuk menyampaikan kebutuhan penanganan darurat.

Langkah pelaporan tersebut diharapkan membantu petugas mengidentifikasi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung koordinasi penyaluran bantuan ke wilayah yang memerlukan penanganan.

Meluasnya dampak kekeringan menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, termasuk memastikan ketersediaan air bersih bagi rumah tangga dan kelompok masyarakat yang paling rentan.

Bagi warga yang kesulitan memperoleh air bersih, bantuan yang disalurkan bukan sekadar pemenuhan kebutuhan sehari-hari, melainkan penopang kesehatan dan keberlangsungan hidup selama kondisi kekeringan masih berlangsung.**
×
Berita Terbaru Update