Notification

×

Iklan

Iklan

Lutung Jawa Ditembak Senapan Angin di Sukabumi, Peluru Bersarang di Kepala

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:21 WIB Last Updated 2026-10-16T09:21:18Z
Ilustrasi Lutung Jawa (@photographyeza)

SUKABUMI – Seekor lutung Jawa (Trachypithecus auratus), primata endemik Indonesia yang dilindungi, ditemukan dalam kondisi terluka parah di sebuah ladang pertanian di Kampung Cilumping, Desa Cidadap, Kecamatan Cidadap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hasil pemeriksaan rontgen di Jakarta menunjukkan adanya proyektil peluru senapan angin atau mimis yang bersarang di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh satwa tersebut.

Lutung Jawa itu kini menjalani perawatan intensif di Pejaten Animal Shelter, Jakarta Selatan, setelah sebelumnya dievakuasi oleh relawan dan petugas terkait. Dugaan penembakan mencuat setelah pemeriksaan medis mengungkap keberadaan proyektil di dalam tubuhnya.

Relawan pencinta satwa, Edo, mengatakan lutung Jawa tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang petani pada Selasa, 6 Oktober 2026. Saat ditemukan, kondisinya sangat lemah akibat luka serius dan pendarahan sehingga warga dapat mengamankannya sebelum melaporkan kejadian itu kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar).

“Karena warga tidak tahu cara menangani lukanya secara medis, mereka melapor ke anggota Damkar, lalu pihak Damkar menginformasikannya kepada kami,” ujar Edo, dikutip dari Sukabumiupdate.com, Jumat (16/10/2026).

Sempat Diduga Terluka Akibat Perkelahian

Sebelum hasil pemeriksaan rontgen diketahui, relawan sempat menduga luka-luka yang dialami lutung tersebut disebabkan perkelahian dengan monyet lain. Dugaan itu muncul karena ditemukan ceceran darah di atas bebatuan di sekitar ladang tempat satwa tersebut ditemukan.

Saat itu, relawan memperkirakan lutung tersebut terpisah dari kelompoknya, terlibat perkelahian, lalu terjatuh dari pohon hingga menghantam bebatuan.

Selama tiga hari, Edo memberikan penanganan darurat di kediamannya di Kampung Cilimus, Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten. Dari pemeriksaan awal, lutung tersebut diketahui mengalami patah tulang pada tangan dan kaki kiri serta memar parah di sekitar mata kanan.

“Indikasinya lutung itu terpisah dari kelompoknya, lalu berkelahi dengan monyet lain hingga terjatuh dari pohon dan menghantam batu. Di lokasi ladang tempat ditemukannya, memang terdapat bercak darah pada batu,” kata Edo.

Namun, dugaan awal tersebut berubah setelah Yayasan Pejaten Jakarta mengambil alih penanganan dan membawa lutung itu ke Jakarta pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Hasil Rontgen Temukan Proyektil di Kepala

Pemeriksaan medis di Jakarta mengungkap adanya proyektil senapan angin yang bersarang di bagian kepala dan sejumlah bagian tubuh lutung Jawa tersebut. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa luka-luka yang dialaminya berkaitan dengan penembakan.

“Dari informasi yang kami dapatkan, hasil rontgen medis di Jakarta menunjukkan selain luka luar yang parah, ternyata terdapat proyektil/peluru (mimis) senapan angin yang bersarang di bagian kepala dan dalam tubuhnya,” ungkap Edo.

Meski demikian, dugaan penembakan tersebut masih memerlukan penelusuran lebih lanjut untuk memastikan kronologi kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Edo juga mengapresiasi bantuan personel Damkar yang terlibat dalam proses penyelamatan. Selain membantu evakuasi, petugas turut menanggung biaya operasional transportasi dan menyediakan sejumlah obat-obatan untuk penanganan awal, termasuk salep mata.

Saat ini, lutung Jawa tersebut masih menjalani perawatan intensif di Pejaten Animal Shelter, Jakarta Selatan, untuk memulihkan kondisinya.

Pemerintah Koordinasi dengan BKSDA Jawa Barat

Camat Sagaranten, Hodan Pirmansyah, membenarkan adanya laporan penyelamatan satwa dilindungi tersebut. Pemerintah kecamatan bersama unsur Damkar dan dokter hewan dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Dinas Peternakan telah melakukan observasi awal ketika lutung itu berada di kediaman relawan.

“Atas adanya laporan, kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan kebenarannya. Bersama unsur Damkar dan dokter hewan dari Dinas Peternakan, kami melakukan observasi awal,” ujar Hodan.

Ia menjelaskan, pemerintah kecamatan telah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Barat untuk mendukung penanganan medis dan menentukan langkah konservasi lanjutan bagi satwa tersebut.

“Selanjutnya kami berkoordinasi dengan BKSDA untuk meminta bantuan penanganan serta observasi lebih lanjut,” terangnya.

Hodan juga mengimbau masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan, agar turut menjaga kelestarian ekosistem dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan satwa liar.

Masyarakat yang menemukan satwa dilindungi dalam kondisi terluka atau menghadapi dugaan perburuan liar diminta segera melapor kepada petugas berwenang agar dapat ditangani secara tepat.

Kasus ini menjadi perhatian terhadap ancaman yang dihadapi satwa liar di habitatnya. Penanganan medis terhadap lutung Jawa tersebut diharapkan dapat membantu proses pemulihan sekaligus mendukung upaya perlindungan satwa liar di kawasan Sukabumi.**
×
Berita Terbaru Update