-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Sekda Sukabumi: Biaya Perawatan PDP Ditanggung Pemerintah

    Redaksi
    Sabtu, 21 Maret 2020, 20:20 WIB Last Updated 2020-03-21T13:20:23Z

    PASUNDAN POST ■ Merebaknya wabah Covid-19 memaksa Pemerintah Kabupaten Sukabumi melakukan pergeseran anggaran guna antisipasi penyebaran virus china tersebut.

    Sekda Kabupaten Sukabumi H. Iyos Somantri menyatakan bahwa pergeseran anggaran tersebut atas arahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) serta besarannya bisa saja berkurang atau bertambah.

    "Pergeseran anggaran ini hasil berembuk TAPD Kabupaten Sukabumi hari ini," katanya di Pendopo Sukabumi, pada Sabtu (21/3/2020).

    Dia mengatakan bahwa alokasi dana tersebut akan diperuntukan sesuai kebutuhan dan usulan Dinas Kesehatan dan rumah sakit.

    Hal yang paing mendasar, menurut Iyos ialah mengenai ketersediaan alat pelindung diri (APD).

    Dalam Konpres hari ini, Sekda juga menyampaikan data update penyebaran Virus Corona di Sukabumi.

    Dijelaskan, sampai dengan saat ini, Pasien yang dinyatakan positif Corona masih negatif di Kabupaten Sukabumi, namun terkait Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Sukabumi saat ini berjumlah 9 orang. Hal itu setelah ada penambahan satu orang.

    "Jadi total PDP 13 orang, selesai pengawasan 4 orang, dan masih dalam pengawasan 9 orang," terangnya.

    Sementara orang dalam pemantauan (ODP) secara menyeluruh sebanyak 70 orang. Tersisa 45 orang yang dipantau. Sisanya sudah selesai.

    "Untuk biaya perawatan PDP ditanggung pemerintah," imbuhnya.

    Sekda menghimbau masyarakat agar melaksanakan anjuran pemerintah, terutama mengenai social distancing. Hal itu dengan meminimalkan aktifitas di kerumunan orang.

    "Jaga jarak dan minimalkan kontak fisik. tempat wisata sudah kita ditutup dan kemarin telah dilakukan penyemprotan disinfektan di 15 titik yang di arahkan di tempat ibadah dan tempat pelayanan publik serta tempat yang banyak kerumunan," pungkasnya.

    ■ Dicky /PP

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +