Notification

×

Iklan

Iklan

Nenek 75 Tahun Bertahan Hidup Dengan Mengkonsumsi Beras Berbau Apek

Rabu, 06 Mei 2020 | 10:05 WIB Last Updated 2021-10-05T17:25:52Z

PASUNDAN POST ■ Saat perhatian pemerintah tertuju pada penanganan covid-19, ternyata ada seorang nenek tua renta yang juga perlu perhatian serius dari pemerintah setempat.

Nenek tersebut bernama Toyati 75 warga Desa Bantal, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo. Jawa–Timur.

Kondisi sang nenek saat ini sangat memprihatinkan. Pasalnya, dengan kondisi sakit ia harus bertahan hidup dengan  mengkonsumsi beras berbau apek.

Bersama putrinya Suyani 55, yang juga lumpuh, nenek Toyati menempati rumah sangat tidak layak huni.

Tak hanya tempat tinggal yang tak layak, mirisnya lagi, beras yang dikonsumsi saban hari untuk bertahan hidup pun sudah tidak layak dikonsumsi.

Keduanya tidak bisa berbuat banyak, kecuali tidur dan duduk, sekali waktu memasak kalau sudah lapar, dan itu pun dengan beras yang tak layak di kosumsi tersebut.

Ketika disambangi Tim Media, nenek Toyati mengaku hanya bisa pasrah dengan menahan lapar serta sakit dibagian perutnya.

Dia menyebut bahwa penyakit menahun yang dialami pada bagian perutnya tak kunjung sembuh, lantaran tidak ada yang mendampingi berobat kerumah sakit, karena keterbatasan biaya.

Sementara anaknya juga tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa berurai air mata tiap kali ditanya. Sementara kondisinya lumpuh tidak bisa berjalan, praktis aktifitas yang bisa dilakukannya hanya terbaring dan memasak dengan jalan ngesot.

Mungkin, kondisi mereka luput dari perhatian pemerintah. Sejak tiga tahun yang lalu, rumah huniannya terbukti belum ada tanda-tanda rehap, serta kontrol kesehatan bagi keduanya.

Suyani (anak) dengan serba keterbatasannya, hanya berharap agar ada yang membantu, paling tidak setiap waktu ada yang menjenguk.

"Tidak ada orang kesini, kadang tetangga cuma lihat,” kata Suyani, lirih.

Menurut Asin, warga sekitar berharap agar ada pihak yang membantu dan menjenguk, serta melihat kondisi nenek Toyati yang memprihatinkan ini.


"Mengingat kondisi keduanya sakit sakitan sejak lama, saya khawatir saja, rumahnya agak jauh dengan tetangga,” terang Asin, kemarin, Selasa 5/5/20.

Sementara itu, Ketua Komunitas Poros Tengah, Zainul Asy’r mengharapkan bantuan para dermawan, juga pemerintah serta anggota DPRD agar tidak diam dan tutup mata terhadap warga dhuafa ini.

”Kami berharap pemerintah serta DPRD Kabupaten tidak diam dan tutup mata, terutama kades desa setempat. Anggota DPRD yang berada di kecamatan Asembagus, jangan diam dong,” pungkas zainul.(Sun/JNN/JBN/R-01).

×
Berita Terbaru Update