-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Kisah Gadis Cantik Yang Lolos Dari Maut Saat Banjir Bandang Di Masamba

    Redaksi
    Jumat, 17 Juli 2020, 18:50 WIB Last Updated 2020-07-17T11:50:51Z

    PASUNDAN POST ■  Banyak kisah dari warga Luwu Utara yang selamat dari hantaman banjir bandang. Salah satunya gadis cantik asal Desa Radda, Evi (23) yang lolos dari peristiwa mengerikan tersebut.

    Kisah bermula pada tanggal Senin 12 Juli 2020 malam. Evi yang kala itu bersama keluarga mendengar suara gemuruh sebelum banjir bandang bercampur lumpur tersebut menghantam wilayahnya.

    Evi dan keluarganya tinggal di Dusun Bone, Desa Radda, Kecamatan Baebunta, Kabupaten Luwu Utara, Sulsel.

    "Sebenarnya, saya salah satu orang yang beruntung malam itu. Dimana malam itu banyak warga yang meminta tolong karena terbawa arus air yang bercampur lumpur," ujar Evi kepada awak media, pada Jumat (17/7/2020).

    Evi menambahkan, sebelum air naik saya sempat naik kepermukaan yang lebih tinggi bersama keluarga saya namun karena saya hendak menyelamatkan mobil saya. Akhirnya saya kembali ke halaman rumah untuk mengambil mobil saya tetapi air semakin deras.

    "Karena air meluap lebih deras dan bercampur lumpur serta kayu-kayu besar akhirnya saya naik ke teras rumah. Air semakin naik hingga ke lutut, saya loncat ke atap mobil untuk menyelamatkan diri dan anehnya lagi mobil yang saya tumpangi tersebut tidak terendam lumpur seperti mobil-mobil lainnya tetapi mobil tersebut semakin terapung keatas," ungkapnya.

    Evi juga menuturkan kalau dirinya sempat menolong beberapa warga yang terbawa arus air beserta lumpur tersebut namun ada juga yang tak terjangkau olehnya.

    "Alhamdulillah, ada beberapa warga yang sempat saya selamatkan dan ada juga yang tak sempat saya selamatkan. Saya hanya bisa mendengar suara-suara warga yang meminta tolong," tuturnya.

    Gadis Cantik tersebut melanjutkan, alhamdulillah malam itu saya bertahan diatas atap mobil sambil melihat kayu-kayu yang hanyut terbawa air. Malam itu saya pasrahkan diri kepada sang pencipta.

    "Dari atap mobil saya melompati batang kayu serta ranting-ranting untuk menyelamatkan diri dari bencana tersebut," tutupnya.

    ■ PUT/JBN

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +