PASUNDAN POST | SUKABUMI — SMKN 1 Pacet, Cianjur, Jawa Barat, Jurusan ATPH agribisnis tanaman panganan dan Hortikultura
melaksanakan kunjungan industri ke Agro Wisata Gunung Wayang, Desa Gunungendut, Kabupaten Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung demplot (demonstration plot) budidaya kacang Sacha Inchi sebagai bagian dari rencana pengembangan komoditas unggulan di lingkungan sekolah. Rabu(11/2/26).
Rombongan sekolah dipimpin oleh Guru Produktif Pertanian Usep Munawar dan Lela Yusmiati, didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Budi Yuliana Rahayu serta Guru BP/BK Yadi Mulyana. Dalam kunjungan tersebut, para guru melakukan observasi teknis terkait sistem budidaya, potensi hasil, serta peluang pengembangan Sacha Inchi sebagai media pembelajaran dan kewirausahaan siswa.
Sacha Inchi merupakan tanaman yang memiliki usia produktif hingga 20 tahun dan dikenal kaya akan kandungan omega 3, 6, dan 9. Tanaman ini dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi serta prospek pasar yang menjanjikan di bidang kesehatan dan pangan olahan.
Guru Produktif Pertanian, Usep Munawar, menyampaikan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi dasar pengembangan demplot Sacha Inchi di sekolah.
“Kami melihat potensi besar dari kacang Sacha Inchi ini, baik dari sisi agronomis maupun nilai ekonominya. Rencananya, kami akan mulai mengembangkan demplot di lingkungan SMKN 1 Pacet Jurusan ATPH agribisnis tanaman panganan dan Hortikultura, sebagai media praktik siswa. Tanaman ini memiliki usia produktif hingga 20 tahun dan kandungan omega 3, 6, dan 9 yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Ini menjadi peluang usaha yang sangat baik untuk dibekalkan kepada siswa setelah lulus nanti,” ujar Usep.
Ia juga menambahkan bahwa pengenalan komoditas ini akan mulai diperkenalkan kepada siswa kelas X sebagai bagian dari penguatan kompetensi agribisnis tanaman.
“Kami ingin siswa sejak kelas 10 sudah mengenal potensi tanaman unggulan seperti Sacha Inchi. Harapannya, mereka tidak hanya memahami teori, tetapi mampu mengembangkan usaha berbasis pertanian yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Budi Yuliana Rahayu, menegaskan bahwa kunjungan industri merupakan bagian dari strategi sekolah dalam membangun link and match dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami ingin siswa mendapatkan pengalaman nyata dan wawasan langsung dari lapangan. Pengembangan Sacha Inchi ini diharapkan menjadi salah satu program unggulan sekolah yang mampu meningkatkan kompetensi sekaligus jiwa kewirausahaan siswa,” ungkap Budi Yuliana Rahayu.
Melalui kunjungan ini, SMK Negeri Pacet Jurusan ATPH agribisnis tanaman panganan dan Hortikultura, berharap dapat segera merealisasikan penanaman Sacha Inchi di lingkungan sekolah sebagai sarana praktik, penelitian, dan pengembangan produk turunan yang bernilai tambah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembelajaran agribisnis yang inovatif dan berorientasi masa depan. **(Red).

