Notification

×

Iklan

Iklan

Najwa Hilang Ditengah Laut, Basarnas: Jika Cuaca Buruk, Pencarian Terpaksa Menggunakan Rubber Boat

Senin, 05 April 2021 | 12:50 WIB Last Updated 2021-10-05T16:58:50Z
Najwa Hilang Ditengah Laut, Basarnas: Jika Cuaca Buruk, Pencarian Terpaksa Menggunakan Rubber Boat

PASUNDAN POST ■ Seorang bocah bernama Najwa (5) sampai saat ini belum ditemukan dan hilang di lautan lepas. 

Dikabarkan sebelumnya, Ia berdua bersama ayahnya Roma, diketahui berlayar dari Kabaena Sulawesi Tenggara menuju Pulau Latondu Selayar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (1/4).

Namun ditengah laut, saat sore hari, tiba-tiba terjadi cuaca buruk, dimana angin kencang, gelombang tinggi disertai hujan lebat menimpa keduanya. 

Akibat cuaca buruk ini, Roma terjatuh dari kapal yang mereka tumpangi, tinggal Najwa sendirian diatas perahu jolloro yang masih melaju. 

Namun ayahnya yang terjatuh ke laut, secara tidak sengaja ditemukan oleh orang Tarupa, yang melintas disekitar lokasi kejadian. 

Dikonfirmasi, Komandan Basarnas Pos Selayar Febrianto, kepada Pewarta, pada Senin (5/4), membenarkan kejadian ini dan mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari keluarga korban, pada Jum'at (2/4) pagi.

"Ya betul. Kita mendapat laporan dari keluarga korban, pada Jum'at sekitar pukul 08.00 Wita. Menurut keluarganya yang melapor, kejadiannya itu terjadi, pada Kamis (1/4) sekitar pukul 16.00 Wita," kata Febri.

Mendapati informasi ini, kami langsung bergerak menuju Appatanah. Karena rencananya, dari Appatanah kita bergerak melakukan pencarian terhadap korban.

Setibanya di Appatanah, kata Febri, tidak ada pemilik kapal di Appatanah yang bersedia keluar melakukan pencarian bersama dengan Basarnas. 

"Kita tidak bisa paksakan juga para pemilik kapal disini (Appatanah), mereka takut keluar, karena cuaca masih belum bersahabat," ucap Febri.

Namun, saat kita masih standby di Appatanah, berharap cuaca membaik, tiba-tiba kami mendapat informasi lagi bahwa KMP. Bontoharu hilang kontak. Akhirnya kita bergerak kembali, dari Appatanah menuju ke Pamatata, jelas Febrianto. 

Hingga KMP. Bontoharu berhasil sandar di Pelabuhan Pamatata, pada Sabtu (3/4) shubuh, kita bergerak kembali ke Appatanah.

"Hingga saat ini, Senin (5/4) kami masih standby di Appatanah, menunggu cuaca membaik. Namun, jika cuaca membaik dan masih belum ada pemilik kapal disini yang bersedia keluar, kami terpaksa menggunakan rubber boat milik Basarnas," jelas Febri. 

"Sambil berkoordinasi dengan berbagai pihak, kami juga sudah melaporkan kejadian ini ke Basarnas Makassar," imbuh Febrianto. (Afd)


×
Berita Terbaru Update