-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Puan Sampaikan, Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia

    Redaksi
    Senin, 25 April 2022, 22:56 WIB Last Updated 2022-04-25T16:35:10Z
    PASUNDAN POST ■ Ketua DPR RI Puan Maharani sampaikan 4 bidang menjadi Comparative Advantage kekuatan Bangsa, selayaknya menjadi basis pengembangan ekonomi dan Industri di Indonesia. 

    Dalam kesempatan ini, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pentingnya dukungan modernisasi industri di Indonesia dan didukung oleh riset teknologi yang mumpuni, yang sesungguhnya telah dikuasai oleh ahli-ahli di Indonesia, sebagai dasar pengembangan bidang industri di tanah air. 

    " Sekali lagi bahwa ini semua merupakan petunjuk bagi kita yang berpikir bahwa kekuatan bangsa dan negara kita berada di bidang bidang, 
    1. Pertanian dan Pangan.
    2. Maritim dan segala hasil produk laut kita. 
    3. Pariwisata. 
    4. Industri Kreatif. 
    Empat bidang inilah yang telah menjadi Comparative Advantage kekuatan bangsa kita yang tak mungkin bisa dikalahkan oleh bangsa lain dan selayaknya menjadi basis pengembangan ekonomi dan Industri Indonesia,"Ungkap Puan. 

    Lebih lanjut Puan, pentingnya dukungan modernisasi industri di Indonesia yang didukung oleh riset teknologi yang mumpuni dan sesungguhnya telah dikuasai oleh ahli-ahli di Indonesia.

    " Bila hal tersebut dapat diimplementasikan dengan baik empat bidang kekuatan kita ini akan dapat membawa Indonesia kepada era kejayaan, jika kita bisa mengatur strategi pengembangannya dengan seksama disertai dengan semangat gotong royong antar pelaku industri menuju Indonesia Maju,"tegasnya.

    Puan Maharani pun menyampaikan contoh keberhasilan seorang pengusaha rumput laut. 

    Menurutnya seorang Haji suku Bugis di Makassar, Sulawesi selatan, memiliki omset jualan saya dari hasil ekspor rumput laut terus meningkat dan sekarang sudah di angka 50 Milyar rupiah per Bulan!!,"ujarnya.

    Diakuinya padahal pak Haji ini mengekspor rumput laut dengan kondisi seadanya. 

    Rumput laut yang beliau ekspor pun cenderung berbentuk curah, dimuat dalam kantong karung plastik bekas dengan kadar air yang masih cukup basah karena dijemur hanya sebentar.

    Rumput laut ini kemudian dimuat dalam Container 40 feet sebelum dibawa ke Pelabuhan untuk didistribusikan ke mancanegara.

    Dalam kondisi standar minimal begini saja rumput laut mentah laku keras dan bahkan pihak buyer di negara negara Asia khususnya China mengatakan padanya, 

    "Pak Haji kirim berapa Container pun bapak kirim, kami akan terima dan langsung bayar," begitu ceritanya.

    Dilain tempat di Gresik Jawa Timur seseorang yang asalnya adalah seorang pengumpul ikan sisa pelelangan kecil-kecilan telah tumbuh dalam 30 tahun ini menjadi eksportir Ikan beku dan produk hasil olahan ikan laut lainnya dengan nilai annual sale sebelum Pandemi Covid 19 sebesar 5 Trilyun Rupiah!. 

    Seorang professor pada Departemen Pertanian Universität Hohenheim-Stuttgart Jerman, pernah memberi saran kepada para kandidat doktor asal Indonesia yang ingin menulis riset S3 di Universitas yang terkenal untuk bidang tehnik pertanian dan pangannya itu.

    Sarannya adalah sebagai berikut, 
    "Kandidat doktor pertanian asal Indonesia yang mengajukan proposal disertasi kepada professor pembimbing untuk memperoleh gelar doktor pada universitas kami selalu saja memilih tema riset sekitar Gandum, Keju, apel, anggur dan hal hal khas eropa lainnya," tutur prof. 

    Mereka pikir itu adalah pemilihan tema riset yang tepat mengingat para Professor Jerman pembibing mereka adalah ahli pada bidang-bidang tersebut.

    Tapi sebenarnya pemikiran seperti ini agak keliru. Berikut pemikiran para professor tersebut. 

    “Kami sebagai pembimbing program doktoran tentu juga ingin belajar dari mereka tentang jenis tanaman asal tanah air mereka sendiri,” jelasnya. 

    “Kami ingin para kandidat itu menulis tema riset seperti  tentang Kangkung, salak, durian, rambutan, dan lain-lain,”harapnya.

    “Karena tema-tema ini lebih menarik minat kami sebagai pembimbing dan tentu saja memudahkan para Kandidat untuk diterima masuk program doktor di Universitas kami dan seluruh Universitas di Eropa,"imbuhnya.

    Diakatakan Puan, Kisah-kisah nyata di atas sebetulnya merupakan petunjuk bagi siapa yang berpikir akan ke mana arah tujuan ekonomi dan Industri bangsa Indonesia.

    "Tanah air kita mempunyai tanah yang subur, di mana biji-bijian apapun yang kita buang saja ke tanah kita maka akan tumbuh menjadi pohon," Jelasnya. 

    "Tanah air kita mempunyai matahari yang bersinar sepanjang tahun sehingga tanaman akan cepat bertumbuh dan bahkan kita bisa mendapatkan dua kali dalam setahun musim panen suatu komoditi," Tutur Puan. 

    Puan menambahkan, Tanah air kita juga mempunyai musim penghujan yang membawa pupuk nitrogen gratis dari langit," Terangnya. 

    Sungai dan mata air pun terhampar di mana-mana, siap untuk mengantarkan asupan nutrisi bagi tanaman. 

    "Ketika tanaman konsumsi kita tumbuh subur, maka praktis akan tumbuh berkembang pula aneka hewan yang diternakkan untuk mencukupi kebutuhan protein masyarakat,"ucapnya.

    Hasil dari segala daya upaya mengolah tanah yang subur, akhirnya segera terhidang manis di atas meja makan masing-masing. Jenisnya pun beragam sesuai dengan tatacara masyarakat Indonesia mengolahnya seperti Rendang, Nasi goreng, Gado gado, Gudeg, Rica rica, es teler, gulai, teh tarik, aneka jamu, aneka kue basah dan jenis panganan lainnya. 

    " Laut kita menyimpan harta karun yang tak seorangpun di dunia ini dapat membayangkannya," Ungkapnya 

    Ada berbagai jenis Ikan, salah satu kekayaan dari laut yang bisa dikonsumsi hingga ikan sebagai hiasan berikut segala mahluk laut non ikan. 

    Dikatakan Puan, Kemudian juga ada kekayaan mineral bawah laut seperti cadangan minyak dan gas lepas pantai.

    Keindahan laut juga dapat dieksplorasi bagi kesejahteraan bangsa khususnya masyarakat pesisir yang bisa mendapatkan keuntungan ekonomis dari banyaknya pengunjung baik domestik maupun mancanegara yang ingin menikmati.

    Nusantara yang berpenduduk hampir 270 juta jiwa ini juga mendapat karunia Tuhan berupa bonus Demografi. 

    Terdiri atas suku suku bangsa yang beraneka ragam adat dan budayanya yang tentu akan mengundang keinginan setiap orang di dunia untuk mengunjungi dan juga melihat langsung keindahan alam surgawi Indonesia.

    Dari jumlah penduduk urutan nomor empat di dunia, lahirlah orang-orang seperti Kartini, Haji Agus Salim, Bung Karno, Pak Habibie, Nyoman Nuarta, Pesepakbola Ramang, dan Pelukis Raden Saleh.

    Ada pula Penari Nini Rasinah, Rudi Hartono Kurniawan, Lim Swie King, Susi Susanti, hingga Anggun C Sasmi, Gitaris Alif ba ta, Joe Taslim, Iko Uwais, yang berprestasi dunia yang tidak bisa kita sebutkan satu persatu saking banyaknya.

    Sumber, Mirah Kusumaningrum, Pengamat Ekonomi Rakyat. (*Cking). 
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +