-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Petugas Gabungan Bongkar Bisnis Esek-Esok Open BO di Kostan Cibadak

    Redaksi
    Minggu, 22 Mei 2022, 16:05 WIB Last Updated 2022-05-24T16:24:24Z
    Ilustrasi (FOTO:Net)

    PASUNDAN POST ■  Sebanyak sembilan pria hidung belang dan perempuan seks komersil (PSK), diamankan petugas gabungan di salah satu kostan yang berada di wilayah Kampung Pasar, Desa Karangtengah Belakang Perum Griya Pratama, Kecamatan Cibadak pada Sabtu (21/05) malam.

    Mereka diamankan petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Polri dan TNI, setelah mendapatkan pengaduan dari masyarakat sekitar, terkait maraknya aktivitas pria tak dikenal yang keluar masuk ke kostan tersebut.

    Camat Cibadak, Lesto mengatakan, setelah danya aduan masyarakat, petugas gabungan langsung melakukan operasi penyakit masyatakat tersebut.

    "Iya, karena banyaknya keluar masuk orang atau pria tidak dikenal, ditambah dengan adanya aplikasi Michat dengan lokasi kos-kosan tersebut yang diduga melakukan transaksi esek-esek," kata Lesto pada Minggu (22/05).

    Dari hasil pengecekan di lokasi, sambung Lesto, telah didapatkan satu pasangan yang mengaku suami istri. Namun, setelah diperika pada dokumen pendudukan, khususnya pada KTP, mereka berbeda. 

    "Kalau ditotalkan ada sekitar sembilan pria dan wanita yang bukan pasangan suami istri. Namun, dari sembilan itu ada salah satu waria berinisal VI (22) juga telah diamankan pada kostan itu," paparnya.

    Transaksi esek-esek ini dilakukan sejumlah wanita penghuni kos dengan istilah Open BO melalui aplikasi MiChat.

     "Jadi memang mereka juga mengakuinya soal transaksi secara online itu. Sementara, untuk eksekusinya mereka mengaku janjian di Hotel atau di kos itu sendiri," bebernya.

    Untuk mengantisipasi kejadian serupa, mereka akan diberikan sanksi pembinaan. Namun, jika kedapatan kembali aksi tercela itu. Maka, petugas gabungan akan memberikan sanksi berat berupa rehabilitasi di panti sosial.

    "Mereka bisa pulang ke rumahnya masing-masing dengan syarat mereka sudah menandatangani surat penyataan agar tidak mengulanginya lagi. Selain itu, mereka juga harus dijemput oleh orang tuanya," pungkasnya. (M. Afnan).
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +