-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Dampak Kenaikan Harga BBM, Diskoperdagin Cianjur Menyebut Ada Beberapa Kebutuhan Komoditi Yang Naik

    Redaksi
    Rabu, 14 September 2022, 11:20 WIB Last Updated 2022-09-15T00:55:35Z
    PASUNDAN POST ■  CIANJUR – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Diskoperdagin) Kabupaten Cianjur menyebut kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sangat berdampak terhadap harga Komoditi di pasaran.Rabu (14/9/2022).

    Kadiskoperdagin Kabupaten Cianjur, Tohari Sastra mengatakan, naiknya harga BBM memang berimbas terhadap beberapa komoditas di pasar.

    "Ada imbasnya. Tapi hanya beberapa komoditas, cabai terutama yang ada kenaikan itupun sebetulnya bervariasi antara pasar yang satu dengan pasar yang lain,"kata Tohari kepada wartawan.

    Tohari menjelaskan,misal untuk harga cabai di Pasar Induk , dari sebelumnya Rp70 ribu/kilogran, sekarang menjadi Rp 65 ribu/kilogram. Sementara di pasar yang lain harganya masih tinggi.

    "Jadi kalaupun pasar yang lain ada yang tinggi, karena mereka belinya ada yang di pasar Induk Cianjur juga. Jadi pasar Induk merupakan barometernya pasar pasar yang lain. Ada sebagian pasar yang belinya di pasar Induk, ada juga yang belinya di luar Cianjur juga," ujarnya.

    Tohari menambahkan,sementara untuk komoditi lain seperti telur mengalami penurunan,dari harga sebelumnya Rp 32 ribu per kilogram,kini Rp 29 ribu.Harga normalnya di angka Rp27 ribu.

    "Saya berharap efek dari kenaikan BBM ini mudah-mudahan tidak terlalu berimbas ke harga-harga komoditas sembako di pasaran. Memang kelihatannya cabai yang masih tinggi. Komoditi yang lain masih normal, masih sama dengan sebelum kenaikan harga BBM. Untuk daging sapi, ayam, masih normal," imbuhnya.

    Masih tingginya harga cabai dipasaran, Diskoperdagin Kabupaten Cianjur berencana akan menggelar operasi pasar murah.

    "Nanti kita lihat waktunya. Mudah-mudahan pada akhir September ada aksi untuk operasi pasar. Tapi nanti yang melaksanakan BUMD. Karena BUMD memang sekarang ini operasinya perdagangan dan pertanian, jadi nyambung,"tandasnya.(Ddy).
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +