Notification

×

Iklan

Iklan

Pastikan Patok Perbatasan RI-PNG Tak Bergeser, Satgas Yonif 310/KK Patroli Trabas Medan Sulit

Jumat, 29 September 2023 | 07:39 WIB Last Updated 2023-09-29T00:41:48Z
Keerom - Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 310/KK melakukan patroli patok perbatasan sejauh 17 KM dengan waktu tempuh 14,5 jam di sepanjang Perbatasan Papua tepatnya di Kabupaten Keerom, Kamis (28/9/2023).

Patroli patok perbatasan tersebut dilakukan untuk memastikan batas Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam keadaan aman, baik dan terjaga. Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Facrizal.

Dansatgas menjelaskan, ada 13 patok perbatasan yang menjadi tanggung jawabnya, mulai dari Kabupaten Keerom sampai dengan Kabupaten Pegunungan Bintang. Patok tersebut yang pertama dan dipastikan kondisinya aman, yaitu patok perbatasan dengan nomor registrasi MM. 4.4 di kordinat 54M 500225 9596255. 

"Butuh waktu 8 (delapan) jam untuk menuju ke sasaran dengan medan yang cukup sulit dan terbagi menjadi 2 (dua) etape," jelas Dansatgas di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang, Kamis (28/9/2023).

Patroli patok perbatasan tersebut dipimpin Komadan Kompi Tempur 2, Kapten Inf Dicky Dian Saputra S.T.Han berserta 16 personilnya. Dakam pelaksanaannya, satgas menggunakan 1 unit kendaraan roda empat dan 3 unit sepeda motor untuk mobilitas awal dan selanjutnya berjalan kaki sejauh 9 KM.

Sementara itu, Dankipur 2, Kapten Inf Dicky Dian Saputra S.T.Han menjelaskan, bahwa etape pertama menempuh jarak 8 KM menuju Kampung Honda menggunakan kendaraan, karena kondisi jalan tersebut masih bisa dilalui mobil dan motor dengan waktu tempuh 1,5 jam perjalanan.

Etape kedua, setelah tiba di Kampung Honda, pihaknya melanjutkan perjalan dengan berjalan kaki sejauh 9 KM melewati medan yang tidak mudah dengan kondisi bervariasi mulai dari semak belukar, hutan, rawa hingga melewati sungai.

"Medannya cukup sulit karena wilayah ini merupakan daerah pegunungan, ditambah dengan kondisi hujan sebelumnya yang membuat tanah menjadi licin. Kami pun tetap memperhatikan kewaspadaan penuh, sebab keadaan alam Papua yang masih jarang terjamah sehingga kita tidak tahu bahaya apa yang mengancam,” ujarnya.

Pelaksanaan patroli patok perbatasan tersebut akan terus dilakukan selama kurun waktu penugasan.*(M.Afnan/Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK).
×
Berita Terbaru Update