Notification

×

Iklan

Iklan

Jembatan Cihamerang Sukabumi Dibangun Swadaya, Warga Patungan Tenaga demi Pulihkan Akses

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:21 WIB Last Updated 2026-08-22T12:31:32Z

SUKABUMI – Di tengah pembangunan infrastruktur yang kerap identik dengan anggaran pemerintah dan proyek bernilai besar, warga Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, menunjukkan wajah berbeda.

Tanpa mengandalkan APBD maupun APBN, pembangunan Jembatan Cihamerang kembali bergerak melalui kekuatan swadaya masyarakat, dukungan para donatur, relawan, serta semangat gotong royong yang terus terjaga.

Jembatan tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan Desa Mekarjaya dan Desa Cihamerang. Sebelumnya, akses itu terputus setelah bencana longsor yang dipicu hujan deras pada Kamis, 8 September 2022, sekitar pukul 14.30 WIB.

Pemerintah desa sempat mengajukan bantuan darurat kepada Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi. Namun, sembari menunggu dukungan, masyarakat memilih mengambil peran secara langsung untuk memulihkan akses yang dinilai vital bagi aktivitas warga.

Hari ke-15, Warga Kerja Bakti Bangun Jembatan

Memasuki pertengahan Agustus 2026, pengerjaan Jembatan Cihamerang telah berjalan selama 15 hari.

Berbagai pekerjaan dilakukan secara gotong royong. Mulai dari mengangkut material besi dan pasir, membuat ring, memasang ceker ayam, hingga menggali angkur abutmen.

Tidak ada sistem upah dalam pengerjaan tersebut. Warga bersama relawan menyumbangkan tenaga secara sukarela demi satu tujuan, yakni mengembalikan akses yang selama ini terdampak bencana.

Kepala Desa Kabandungan, Bedi, mengapresiasi kekompakan masyarakat yang dinilainya menjadi kekuatan utama dalam pembangunan jembatan tersebut.

“Jembatan ini murni hasil swadaya dan bantuan donatur serta koordinator Sasaka. Di sini tidak ada uang beredar untuk upah kerja. Semua turun tangan secara sukarela demi membuka kembali akses yang sempat terputus akibat bencana,” ujar Bedi di lokasi pembangunan, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Bedi, proses pembangunan memang menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya kondisi tanah yang dipenuhi bebatuan keras sehingga memperlambat proses penggalian angkur.

Karena itu, ia mengajak lebih banyak masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan.

“Kami sangat membutuhkan keikutsertaan lebih banyak warga. Jika dikerjakan bersama-sama sambil membawa peralatan galian masing-masing, pekerjaan seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” katanya.

Relawan: Gotong Royong Warga Cerminan Nilai Pancasila

Semangat gotong royong yang terlihat dalam pembangunan Jembatan Cihamerang juga mendapat perhatian dari para relawan yang ikut membantu.

Salah satunya Opung Bunga Ayu. Ia mengaku tersentuh melihat warga, termasuk para pemuda, bekerja bersama tanpa mengharapkan imbalan.

Menurut dia, aktivitas warga mengangkut material pasir dan besi secara bersama-sama menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan masih kuat di tengah masyarakat.

“Melihat bapak-bapak dan pemuda di sini bekerja tanpa pamrih sungguh menyentuh hati. Tidak ada transaksi uang, yang ada hanya peluh dan rasa persaudaraan. Ini adalah wajah asli bangsa Indonesia yang sesungguhnya,” ungkap Opung Bunga Ayu.

Jembatan Cihamerang Jadi Simbol Ketangguhan Warga

Pembangunan Jembatan Cihamerang kini tidak sekadar menjadi upaya mengembalikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Lebih dari itu, proses tersebut menjadi simbol persatuan dan ketangguhan warga Kabandungan. Dukungan para donatur berpadu dengan tenaga masyarakat untuk mewujudkan kembali akses yang menghubungkan dua desa.

Semangat tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak selalu harus dimaknai sebatas proyek fisik dan anggaran.

Di Jembatan Cihamerang, pembangunan tumbuh dari kepedulian, kepercayaan, dan gotong royong. Setiap material yang diangkut dan setiap pekerjaan yang dilakukan warga menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membuka kembali akses yang sempat terputus.

Bagi masyarakat, jembatan itu bukan hanya penghubung Desa Mekarjaya dan Desa Cihamerang, tetapi juga pengikat kembali tali silaturahmi dan semangat kebersamaan warga Kabandungan.**
×
Berita Terbaru Update