BOGOR – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama Pemerintah Kota Bogor menyiapkan penataan kawasan Stasiun Bogor sebagai kawasan transportasi terpadu. Revitalisasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan sekaligus memperbesar kapasitas layanan angkutan massal.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan, penataan Stasiun Bogor tidak hanya menyasar bangunan utama, tetapi juga mencakup pengaturan pergerakan penumpang dan kendaraan di kawasan stasiun.
“Nantinya Stasiun Bogor akan lebih nyaman, kapasitasnya bisa menampung lebih banyak, lebih indah,” ujar Bobby, Kamis (20/8).
Sejumlah aspek yang akan ditata meliputi area naik-turun penumpang, titik pemberhentian transportasi umum atau feeder, hingga alur kendaraan untuk mengantar dan menjemput penumpang.
Penataan tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Stasiun Bogor sebagai salah satu simpul utama transportasi massal sekaligus mempertegas kawasan tersebut sebagai salah satu ikon Kota Bogor.
Terintegrasi dengan Alun-alun Kota Bogor
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan, penataan kawasan Stasiun Bogor nantinya akan diintegrasikan dengan kawasan Alun-alun Kota Bogor.
“Yang utama adalah penataan kawasan Stasiun Bogor-Alun-alun dan rencana aktivasi dari Bogor ke Cigombong,” kata Dedie.
Pemerintah Kota Bogor, lanjut dia, akan mendukung penyediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Pemkot juga akan segera menyiapkan nota kesepahaman atau MoU dengan KAI sebagai landasan kolaborasi kedua pihak.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pembenahan fisik kawasan, tetapi juga menciptakan sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan memudahkan masyarakat dalam berpindah dari satu moda transportasi ke moda lainnya.
Bahas LRT, Trem hingga Aktivasi Stasiun Ciomas Rancamaya
Selain revitalisasi Stasiun Bogor, pembahasan antara KAI dan Pemkot Bogor turut mencakup pengembangan transportasi berbasis rel di wilayah Bogor.
Sejumlah rencana yang dibahas antara lain pengembangan LRT, trem, aktivasi kembali Stasiun Ciomas Rancamaya, hingga kemungkinan memperpanjang relasi kereta komuter sampai Cigombong.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi massal di wilayah Bogor dan sekitarnya.
Dedie berharap penataan kawasan Stasiun Bogor dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat sekaligus memperkuat karakter Kota Bogor.
“Insyaallah akan kita tata lebih baik lagi, lebih ikonik, kebanggaan Kota Bogor dan Indonesia untuk masa depan transportasi yang lebih nyaman,” ujarnya.**
