Bandung – Persoalan parkir liar di ruas Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Kota Bandung, kembali menjadi sorotan masyarakat. Aktivitas kendaraan yang berhenti maupun parkir di bahu jalan dinilai semakin mengganggu kelancaran arus lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum menunjukkan perubahan yang signifikan. Ruas jalan yang seharusnya digunakan untuk kelancaran mobilitas kendaraan justru menyempit akibat kendaraan yang diparkir sembarangan.
Akibatnya, antrean kendaraan hampir setiap hari terjadi, terutama saat masyarakat berangkat maupun pulang bekerja.
Salah seorang warga mengungkapkan, kemacetan di kawasan tersebut bukan semata dipicu oleh tingginya volume kendaraan, tetapi juga karena banyak pengemudi yang memanfaatkan bahu jalan sebagai lokasi parkir.
"Kalau sudah ada beberapa mobil parkir di pinggir jalan, otomatis kendaraan lain harus mengurangi kecepatan. Arus lalu lintas jadi tersendat," ujarnya. Minggu (2/8/26).
Selain menyebabkan perlambatan arus kendaraan, parkir liar juga dinilai meningkatkan potensi kecelakaan lalu lintas. Pengendara sepeda motor sering kali harus berpindah jalur secara mendadak untuk menghindari kendaraan yang berhenti di bahu jalan.
Situasi tersebut dinilai membahayakan, terutama ketika arus kendaraan sedang padat.
Warga berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum dapat meningkatkan pengawasan serta melakukan penindakan secara konsisten terhadap pelanggaran parkir di kawasan tersebut.
Pengamat transportasi menilai penanganan parkir liar tidak cukup dilakukan melalui operasi sesaat. Diperlukan pengawasan rutin, pemasangan rambu yang jelas, serta penegakan hukum yang konsisten agar memberikan efek jera kepada pelanggar.
Di sisi lain, pemerintah juga didorong untuk memperhatikan ketersediaan kantong parkir sehingga kebutuhan masyarakat dapat diakomodasi tanpa mengorbankan fungsi jalan sebagai ruang lalu lintas.
Jalan Gatot Subroto merupakan salah satu koridor utama di Kota Bandung yang menghubungkan berbagai kawasan bisnis, perdagangan, hingga permukiman. Tingginya mobilitas kendaraan membuat ruas jalan ini memerlukan pengelolaan lalu lintas yang lebih disiplin.
Keluhan masyarakat mengenai parkir sembarangan diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi terkait agar kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan dapat terjaga.
Pemerintah Kota Bandung sendiri dalam beberapa kesempatan telah melakukan penertiban parkir liar di sejumlah titik rawan kemacetan melalui operasi gabungan bersama kepolisian. Langkah tersebut diharapkan dapat terus diperluas ke ruas-ruas jalan yang masih menjadi lokasi pelanggaran parkir. **
