Notification

×

Iklan

Iklan

Kebakaran TPAS Galuga Belum Padam, 450 Ton Sampah Bogor Tertahan di Truk

Rabu, 09 September 2026 | 17:08 WIB Last Updated 2026-09-20T18:09:43Z

BOGOR — Kebakaran melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor, sejak Senin (7/9/2026). Hingga Selasa (8/9/2026), api yang membakar sekitar tiga hektare lahan belum sepenuhnya padam.

Puluhan personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor masih berjibaku melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas ke area lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin bersama Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi turut meninjau langsung lokasi kebakaran. Jenal mengatakan, penanganan dilakukan secara bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor lantaran kawasan TPAS Galuga berkaitan dengan dua wilayah administrasi.

“Upaya pemkot berkolaborasi dengan Kabupaten Bogor karena ini ada dua administrasi lahan, terus melakukan penghentian sebaran api,” kata Jenal.

Upaya pemadaman sebelumnya mendapat bantuan operasi water bombing dari Lanud Atang Sendjaja. Namun, kondisi angin kencang menyebabkan sejumlah titik api kembali menyala.

Petugas kemudian membuat kanal dan lereng buatan di sekitar lokasi kebakaran untuk menghambat perambatan api. Berdasarkan informasi di lapangan, titik awal kebakaran diketahui berasal dari semak-semak di pinggir kawasan, bukan dari tumpukan sampah.

Selain penyiraman, petugas mengerahkan alat berat untuk mengaduk tumpukan sampah. Langkah tersebut dilakukan agar titik-titik api yang berada di bagian dalam lebih mudah dijangkau petugas pemadam.

Kendala lain dalam proses pemadaman adalah jarak antara kendaraan pemadam dan titik api. Karena itu, pasokan air turut dibantu PDAM Kabupaten Bogor serta armada pemadam kebakaran dari Kota Depok.

Kebakaran TPAS Galuga turut berdampak terhadap mobilisasi sampah dari Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor untuk sementara menghentikan pengiriman sampah ke kawasan tersebut karena akses menuju lokasi terbatas.

Pemerintah Kota Bogor menyiapkan sejumlah titik transit sementara, di antaranya lahan eks Pancahapat BNR dan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Armada pengangkut sampah juga ditutup menggunakan terpal untuk mengurangi potensi bau serta mencegah sampah berserakan.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono turut meninjau lokasi kebakaran TPAS Galuga. Ia mengapresiasi langkah penanganan yang dilakukan Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk dukungan TNI AU melalui operasi water bombing.

“Saya rasa tentu tidak mungkin penanganan kebakaran seperti ini dikerjakan oleh satu instansi saja,” ujar Diaz.

Diaz juga menekankan pentingnya langkah pencegahan kebakaran di tempat pemrosesan akhir sampah di seluruh Indonesia. Menurut dia, upaya tersebut perlu dilakukan melalui patroli serta pembasahan lahan secara berkala.

Pemerintah Kota Bogor memastikan proses pemadaman di TPAS Galuga dilakukan selama 24 jam dengan dukungan BNPB dan BPBD Jawa Barat.

Kebijakan terkait mobilisasi sampah dari Kota Bogor akan kembali dibahas setelah api di kawasan TPAS Galuga benar-benar padam.

Sementara itu, masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak kebakaran dijanjikan mendapatkan kompensasi. Mekanisme kompensasi tersebut akan dirumuskan bersama Pemerintah Kabupaten Bogor.

Hingga api sepenuhnya berhasil dikendalikan, petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah munculnya kembali bara api serta mengantisipasi perluasan kebakaran.**
×
Berita Terbaru Update