Notification

×

Iklan

Iklan

Speedboat Bawa Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda, Tim SAR Perluas Pencarian

Selasa, 08 September 2026 | 23:01 WIB Last Updated 2026-09-20T18:03:29Z

PANDEGLANG — Sebuah speedboat yang membawa lima jurnalis dan tiga orang lainnya hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hingga hari ketujuh operasi pencarian, keberadaan delapan orang di dalam speedboat tersebut belum diketahui. Tim SAR gabungan terus memperluas pencarian di sejumlah wilayah perairan Selat Sunda.

Laporan mengenai hilangnya speedboat diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 13.55 WIB.

Sebelumnya, speedboat diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut merupakan milik Lurah Carita dan digunakan rombongan untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Komunikasi terakhir dengan rombongan berlangsung sekitar pukul 14.42 WIB. Salah seorang penumpang sempat membagikan lokasi kepada rekannya di Lampung.

Namun, sekitar pukul 15.04 WIB, komunikasi terputus. Sejak saat itu, tidak ada lagi kabar mengenai keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Berdasarkan pendataan sementara, delapan orang yang berada di dalam speedboat terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang lainnya, yakni kapten kapal, anak buah kapal (ABK), serta pemandu.

Lima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Sementara tiga orang lainnya masing-masing Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai ABK, dan Heriyanto sebagai pemandu.

Rombongan tersebut berada di kawasan Selat Sunda dalam rangka menjalankan aktivitas peliputan Gunung Anak Krakatau.

Setelah menerima laporan, Basarnas Banten langsung mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Tim Rescue USS Pandeglang terlebih dahulu mendatangi Dermaga Pagedongan untuk mengumpulkan informasi terkait keberangkatan speedboat.

Tim memastikan kapal tersebut memang berangkat pada Senin sekitar pukul 14.00 WIB dan belum kembali ke dermaga.

RIB 02 Banten kemudian dikerahkan menuju lokasi perkiraan terakhir speedboat diketahui. Titik tersebut berjarak sekitar 9,98 nautical mile dari lokasi keberangkatan dengan estimasi waktu tempuh sekitar 40 menit.

Dalam operasi pencarian, Basarnas melibatkan sejumlah unsur terkait, termasuk Polairud Pandeglang, pemilik kapal, serta unsur SAR gabungan lainnya.

Sejumlah peralatan juga disiapkan untuk mendukung operasi, di antaranya rescue car, RIB 02 Banten, peralatan medis, serta perangkat komunikasi.

Saat laporan hilang kontak diterima, kondisi cuaca di wilayah pencarian dilaporkan cerah berawan. Angin bertiup dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan sekitar 16,7 knot.

Ketinggian gelombang diperkirakan berada pada kisaran 0,4 hingga 1 meter.

Meski kondisi perairan saat itu relatif memungkinkan untuk pelayaran, tim SAR tetap melakukan pencarian berdasarkan titik terakhir keberadaan speedboat dan informasi yang berhasil dihimpun.

Operasi pencarian kemudian diperluas dengan melibatkan berbagai unsur dan armada SAR.

Dalam perkembangan pencarian, tim SAR menemukan dua jaket pelampung berwarna oranye di sekitar perairan Selat Sunda.

Namun, temuan tersebut belum dapat memastikan keberadaan delapan orang yang masih dicari. Tim tetap melakukan penyisiran dan verifikasi terhadap setiap temuan yang muncul selama operasi.

Pencarian juga dilakukan dengan menelusuri informasi mengenai kemungkinan lokasi terakhir perangkat komunikasi milik rombongan.

Salah satu informasi yang ditelusuri tim adalah adanya deteksi sinyal telepon di sekitar Pulau Sebesi. Meski demikian, deteksi sinyal tersebut belum dapat dijadikan kepastian mengenai posisi para penumpang karena yang terbaca merupakan pancaran terakhir perangkat.

Memasuki hari ketujuh pencarian pada Senin (14/9/2026), delapan orang yang berada di dalam speedboat masih belum ditemukan.

Tim SAR kemudian memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari untuk kembali menyisir wilayah yang dinilai memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan speedboat maupun para penumpang.

Pencarian dilakukan melalui jalur laut dan didukung unsur lain sesuai kebutuhan operasi.

Hilangnya speedboat tersebut menjadi perhatian luas karena lima dari delapan orang di dalamnya merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan di kawasan Gunung Anak Krakatau.

Keluarga, rekan kerja, dan berbagai pihak masih menunggu perkembangan operasi pencarian. Tim SAR gabungan pun terus melakukan penyisiran di perairan Selat Sunda untuk menemukan speedboat beserta seluruh penumpangnya.(*)
×
Berita Terbaru Update