Notification

×

Iklan

Iklan

Dugaan Siswa dan Guru SMKN Gunungguruh Sakit Usai Santap MBG, KNPI Desak Investigasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:38 WIB Last Updated 2026-10-12T15:40:08Z

SUKABUMI — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah beredarnya video di akun TikTok Mang Kifly yang memuat dugaan gangguan kesehatan pada sejumlah siswa dan guru SMKN Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Dalam video tersebut, sejumlah penerima manfaat disebut mengalami diare dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG pada Jumat lalu. Salah satu makanan yang menjadi perhatian adalah dimsum yang diduga masih dalam kondisi mentah.

Informasi tersebut mendapat perhatian dari sejumlah elemen masyarakat di Kecamatan Gunungguruh. Mereka meminta instansi terkait segera melakukan klarifikasi dan investigasi guna memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dilaporkan.

Ketua KNPI Kecamatan Gunungguruh, Ujang Abdurohman, menegaskan pentingnya tindak lanjut resmi apabila dugaan tersebut benar terjadi.

“Kalau memang siswa dan guru mengalami diare maupun muntah setelah mengonsumsi makanan tersebut, kami berharap segera ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang,” ujar Ujang, Rabu (7/10/2026), seperti dilansir Koran Satu.

KNPI dan Karang Taruna Minta Investigasi Dapur MBG

Desakan pemeriksaan juga disampaikan Ketua Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh, Miftahudin. Ia meminta adanya investigasi terhadap yayasan atau dapur MBG yang menyediakan makanan bagi siswa dan guru SMKN Gunungguruh.

Menurut Miftahudin, pemeriksaan diperlukan untuk memastikan proses pengolahan makanan, standar kelayakan konsumsi, hingga mekanisme distribusi telah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar masyarakat memperoleh penjelasan berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dari informasi yang beredar di media sosial.

“Kami berharap ada investigasi secara terbuka supaya persoalan ini jelas. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan hanya dari video yang beredar,” katanya.

Penyebab Gangguan Kesehatan Belum Dipastikan

Meski informasi mengenai dugaan gangguan kesehatan tersebut telah beredar, penyebab diare dan muntah yang dilaporkan belum dapat dipastikan berkaitan dengan makanan program MBG.

Untuk mengetahui penyebabnya, diperlukan pemeriksaan medis terhadap orang-orang yang mengalami keluhan, penelusuran riwayat konsumsi makanan, serta pengujian sampel makanan apabila tersedia.

Pemeriksaan terhadap proses pengolahan dan distribusi juga diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat persoalan dalam penanganan maupun penyajian makanan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak SMKN Gunungguruh, pengelola dapur MBG, Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, maupun Badan Gizi Nasional (BGN) terkait informasi yang beredar tersebut.

Karena itu, dugaan gangguan kesehatan ini masih memerlukan klarifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan fakta serta penyebab kejadian.

Masyarakat Menunggu Kejelasan

KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Gunungguruh berharap instansi terkait segera menindaklanjuti informasi tersebut secara objektif dan transparan.

Kejelasan hasil pemeriksaan dinilai penting untuk memberikan kepastian kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat, sekaligus mencegah berkembangnya spekulasi yang belum didukung bukti.

Apabila ditemukan persoalan dalam pengolahan atau distribusi makanan, hasil investigasi diharapkan menjadi dasar bagi langkah perbaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Penanganan dugaan kejadian ini diharapkan mengedepankan pemeriksaan berbasis bukti, keterbukaan informasi, serta perlindungan kesehatan seluruh penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.**
×
Berita Terbaru Update