Notification

×

Iklan

Iklan

Hadir di Jampang Ngabhuana 3, Ketua DPRD Sukabumi Dorong Budaya Pajampangan Tetap Lestari

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30 WIB Last Updated 2026-10-12T15:27:59Z

SUKABUMI – Gelaran Jampang Ngabhuana 3 di Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, berlangsung meriah dengan menampilkan beragam kesenian tradisional, pertunjukan kolosal sejarah Surade, hingga karnaval Jampana dari berbagai kecamatan. Mengusung tema “Muka Lawang Jampang”, kegiatan yang diprakarsai Paguyuban Jampang Tandang Makalangan (JTM) ini menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas masyarakat Pajampangan.

Kemeriahan Jampang Ngabhuana 3 berlangsung di Lapang Lodaya Setra, Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, pada Sabtu (10/10/2026). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai wilayah Pajampangan memadati lokasi untuk menyaksikan rangkaian pertunjukan seni dan tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Sukabumi Selatan.

Salah satu daya tarik utama dalam gelaran tersebut adalah karnaval Jampana yang menampilkan beragam kreasi masyarakat. Jampana dihias dengan hasil bumi dan ornamen khas, mencerminkan kreativitas warga sekaligus potensi lokal yang dimiliki setiap wilayah.

Selain karnaval, pertunjukan kolosal sejarah Surade turut menyedot perhatian pengunjung. Rangkaian acara ini menghadirkan nuansa historis dan budaya lokal sebagai bagian dari upaya mengenalkan warisan Pajampangan kepada masyarakat luas.

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan kebanggaan dan apresiasinya atas terselenggaranya Jampang Ngabhuana 3.

Menurut Budi, kegiatan kebudayaan seperti ini memiliki arti penting bagi masyarakat Pajampangan, terutama dalam menjaga persatuan sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas daerah.

“Kami sebagai putra asli kelahiran Pajampangan tentunya merasa sangat bangga dengan adanya kegiatan Jampang Ngabhuana 3 ini. Jadi, bagi warga Pajampangan harus bangga dan tetap terus menjaga persatuan serta kesatuan,” ujar Budi Azhar di sela-sela acara.

Ia menegaskan, pihak legislatif mendukung upaya pelestarian budaya lokal yang melibatkan masyarakat secara langsung. Budi juga berharap penyelenggaraan Jampang Ngabhuana pada masa mendatang dapat dikemas semakin semarak dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi tinggi kegiatan ini, dan berharap ke depannya acara seperti ini bisa diselenggarakan jauh lebih semarak lagi,” pungkasnya.

Jampang Ngabhuana 3 tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan tradisi, tetapi juga wadah silaturahmi bagi masyarakat Pajampangan. Keterlibatan berbagai kecamatan dalam karnaval Jampana memperlihatkan keberagaman kreativitas dan potensi budaya yang tumbuh di wilayah Sukabumi Selatan.

Melalui kegiatan ini, tradisi lokal diharapkan tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda. Pertunjukan seni, pengenalan sejarah daerah, serta pameran hasil bumi melalui karnaval juga membuka peluang untuk memperkenalkan potensi lokal kepada pengunjung dari luar wilayah.

Selain memperkuat identitas budaya, gelaran Jampang Ngabhuana berpotensi mendukung pengembangan pariwisata berbasis tradisi di Kabupaten Sukabumi. Kolaborasi antara komunitas budaya, masyarakat, dan pemangku kepentingan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan serupa.

Dengan mengangkat tema “Muka Lawang Jampang”, Jampang Ngabhuana 3 menjadi momentum bagi masyarakat Pajampangan untuk merawat warisan budaya, mempererat kebersamaan, serta memperkenalkan kekayaan tradisi Sukabumi Selatan kepada khalayak yang lebih luas.**
×
Berita Terbaru Update