SUKABUMI – Prestasi membanggakan ditorehkan Asep Hidayat Mustopa atau yang akrab disapa Abah Asep, pelopor kemandirian pangan dari Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi. Pendiri Desa Wisata Hanjeli tersebut berhasil masuk tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
Pencapaian di tingkat nasional ini mendapat apresiasi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi. Kiprah Abah Asep dinilai menjadi bukti bahwa inovasi berbasis potensi pangan lokal dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, menyampaikan rasa bangga atas capaian Abah Asep bersama seluruh jajaran pengurus Desa Wisata Hanjeli di Desa Waluran Mandiri.
“Kami dari DPMD bersyukur atas prestasi yang dicapai oleh Abah Asep beserta seluruh jajaran pengurus Desa Wisata Hanjeli, Desa Waluran Mandiri. Kami sekaligus memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” ujar Ahmad Samsul Bahri, Senin (12/10/2026).
Abah Asep dikenal sebagai salah satu penggerak pemanfaatan tanaman hanjeli untuk mendukung ketahanan pangan berbasis potensi lokal. Melalui pengembangan Desa Wisata Hanjeli, komoditas pangan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi sekaligus memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat luas.
Menurut Ahmad, keberhasilan Abah Asep diharapkan dapat menginspirasi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi untuk mengembangkan potensi lokal sesuai dengan karakteristik dan sumber daya yang dimiliki masing-masing wilayah.
“Semoga kehadiran Abah Asep sebagai tokoh penggerak ketahanan pangan melalui Hanjeli bisa menjadi contoh dan teladan bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi khususnya, serta desa-desa lain pada umumnya,” katanya.
Ia menilai, pengembangan potensi pangan lokal perlu terus didorong agar desa tidak hanya mampu memperkuat ketersediaan pangan, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Ahmad menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi yang telah dikembangkan di Desa Waluran Mandiri. Menurutnya, pengembangan komoditas lokal seperti hanjeli diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Tentunya kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Waluran Mandiri, serta bisa terus dikembangkan ke desa-desa di sekitarnya,” pungkasnya.
Masuknya Abah Asep dalam tiga besar finalis DPD RI Awards 2026 menjadi momentum untuk semakin memperkenalkan potensi pangan lokal Kabupaten Sukabumi di tingkat nasional.
Prestasi tersebut sekaligus menegaskan pentingnya peran masyarakat dan penggerak desa dalam membangun kemandirian pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, hanjeli berpotensi menjadi salah satu komoditas yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkaya daya tarik agrowisata di kawasan Ciletuh-Palabuhanratu UNESCO Global Geopark.**
