Notification

×

Iklan

Iklan

Kabaharkam Polri: Kamtibmas Adalah Hal Yang Sangat Penting

Selasa, 14 April 2020 | 13:46 WIB Last Updated 2020-04-14T06:46:14Z

PASUNDAN POST ■ Dalam rangka mendukung suksesnya pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Kepolisian Negara Republik Indonesia mengeluarkan Dua Surat Telegram Kapolri.

Kedua Surat Telegram tersebut yaitu bernomor ST/1182/IV/OPS.2/2020 dan ST/1183/IV/OPS.2/2020, yang ditandatangani oleh Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs Agus Andrianto S.H., M.H., selaku Kepala Operasi Terpusat (Kaopspus) Aman Nusa II-Penanganan COVID-19, tertanggal 13 April 2020.

Menurut Kabaharkam Polri, di Gedung Baharkam Polri Jakarta Selatan, Surat Telegram yang disebut pertama berisi tentang aspek keamanan yang harus terpenuhi sebelum PSBB diberlakukan.

“Para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda (tingkat Polda) dan Kaopsres (tingkat Polres) Aman Nusa II 2020 di wilayah harus memberikan saran dan masukan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota terkait aspek keamanan dalam mengajukan permohonan PSBB ini,” tutur Komjen Agus Andrianto, Selasa (14/04/2020).

Aspek keamanan yang harus terpenuhi itu, Komjen Agus menyebut, adalah ketersediaan kebutuhan hidup dasar rakyat, sarana dan prasarana kesehatan, data masyarakat terdampak yang akan menerima bantuan sosial di daerah yang mengajukan PSBB dan pendistribusian bantuan sosial baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Komjen Agus Andrianto menegaskan, kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda dan Kaopsres Aman Nusa II 2020 harus melakukan pengecekan langsung dan memastikan kesiapan daerah yang mengajukan PSBB terkait empat poin tersebut.

Surat Telegram kedua, lanjut Komjen Agus Andrianto, berisi tentang langkah-langkah antisipatif mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) selama PSBB diberlakukan.

“Kamtibmas adalah hal yang sangat penting, karena ini mempengaruhi semua aspek kehidupan. Kita harus antisipasi dan harus bisa mencegah timbulnya penyebab gangguan kamtibmas, apalagi dalam menghadapi situasi pandemi COVID-19 saat ini,” tegas Jenderal Bintang Tiga ini.

Dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas selama PSBB, menurutnya, ada 8 langkah yang harus dilaksanakan oleh jajaran Kepolisian. Diantaranya :

1. Menerapkan Maklumat Kapolri dan menerapkan semua aturan serta kebijakan pemerintah secara humanis dengan tidak arogan.

2. Mengamankan tempat penyimpanan/gudang dan mengawal pelaksanaan distribusi bahan pokok serta memastikan tidak ada pemblokiran jalan oleh pihak tertentu yang dapat menimbulkan terhambatnya distribusi bahan pokok dan kebutuhan masyarakat.

3. Menyiapkan personel yang telah terlatih dan dibekali pengetahuan untuk membantu pemulangan jenazah dari rumah sakit dengan mengedepankan protokol kesehatan serta melakukan edukasi dan sosialisasi tentang pemakaman pasien COVID-19 agar tidak ada lagi penolakan dari warga.

4. Berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan lahan pemakaman milik negara atau pemerintah guna menjamin dan mengantisipasi pemakaman pasien COVID-19 yang ditolak warga.

5. Meningkatkan ketegasan dan kedispilinan terhadap masyarakat yang dinyatakan positif COVID-19, ODP, dan PDP, baik yang dirawat di rumah sakit maupun yang isolasi mandiri, dengan mematuhi protokol kesehatan sehingga tidak menimbulkan masalah di lingkungan mengingat masih masifnya penyebaran COVID-19.

6. Melakukan antisipasi dan penindakan terhadap penyebar berita bohong (hoaks), penghasutan, provokatif untuk melakukan kerusuhan baik secara langsung maupun menggunakan media sosial.

7. Menyiapkan pasukan huru-hara (PHH) serta sarana dan prasarana guna mengantisipasi unjuk rasa, kerusuhan, konflik sosial, atau terjadi eskalasi terburuk di wilayah masing-masing.

8. Membentuk Satgas tanggap darurat untuk melakukan program keselamatan guna membantu masyarakat yang terdampak atau tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang tidak tercover oleh program kementerian atau lembaga.

Kabaharkam Polri pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap menjalankan kebijakan Social Distancing dan Physical Distancing secara disipilin untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

“Jaga jarak dan hindari kerumunan. Dan selalu gunakan masker saat berada di luar rumah,” pesan Komjen Agus.

Ada lagi satu, Surat Telegram yang dikeluarkan sebagai antisipasi jika situasi memanas seperti unjuk rasa, kerusuhan dan konflik sosial lainnya yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Dalam Surat Telegram yang bernomor ST/1184/IV/OPS.2/2020, Kabaharkam Polri memerintahkan kepada para Kasatgas, Kasubsatgas, Kaopsda dan Kaopsres Aman Nusa II 2020 untuk menyusun dan membuat SOP/panduan/cara bertindak (CB) bagi pasukan Dalmas dan PHH (Brimob dan Sabhara). Untuk menangani massa dengan memperhatikan aspek keselamatan anggota dari penularan Covid-19.

“Intinya sebagai tindak lanjut kesiapan Polri bila situasi menjadi chaos. Jadi, Polri sudah siap melakukan langkah antisipasi,” tandas Kabaharkam Polri Komjen Pol. Drs. Agus Andrianto S.H., M.H.

■ Dasep Maulana/Hms
×
Berita Terbaru Update