Kades Viral dari Subang: Saya Lakukan Itu Semata-mata Untuk Kepentingan Seluruh Masyarakat
Loading...

Kades Viral dari Subang: Saya Lakukan Itu Semata-mata Untuk Kepentingan Seluruh Masyarakat

Redaksi Jabar
Rabu, 29 April 2020


PASUNDAN POST ■ Nama Indra Zaenal Abidin mendadak viral. Hal itu terjadi pasca ia mengkritisi data penerima bantuan sosial dari pemerintah, utamanya bagi warga terdampak covid-19 yang dinilai tumpang tindih.

Vidio protes Kepala Desa Jalancagak, kabupaten Subang, Jawa Barat ini pun menyebar bagaikan virus di pelbagai aplikasi dan laman media sosial.

Sontak protes Indra Zaenal Abidin menjadi trending topik di jagad maya.

Buntutnya, Indra sempat dipanggil ke Pendopo guna menghadap Bupati Subang, Ruhimat.

Intinya, Indra Zaenal Abidin diminta klarifikasi pernyataannya yang sempat viral di medsos itu. Akhirnya ia menyampaikan permohonan maaf.

"Saya Kepala Desa Jalancagak Subang Indra Zaenal Abidin, menyampaikan permohonan maaf kepada Bapak Presiden, Bapak Menteri, Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Bupati, dan Bapak Kadinsos, atas pernyataan tersebut, yang viral di medsos," kata Indra kepada awak media di Subang, pada Selasa (28/4/2020).

Dalam konpress tersebut, Indra menyebut bahwa pernyataannya itu murni karena peduli terhadap warganya yang saat ini resah. Karena data yang sudah di data oleh RT/RW, tidak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.

"Apa yang saya lakukan itu, semata-mata hanya untuk kepentingan seluruh masyarakat Desa Jalancagak khususnya, Subang pada umumnya, yang saat ini masih menunggu bantuan sosial dari pemerintah, bagi yang terdampak covid-19," tukasnya.

Menurut Indra, pernyataannya itu sekaligus mewakili keluh kesah RT/RW dan perangkat desa, serta mewakili para Kepala Desa se-Kabupaten Subang.

Utamanya yang memohon kepada pemerintah pusat, untuk mengkaji ulang, data untuk pemberian bantuan sosial terdampak covid-1, Sehingga bantuan itu tepat waktu, tepat guna dan tepat sasaran.

"Maka dari itu, kami mohon Bapak Presiden sudi kiranya untuk mengkaji ulang data sebelumnya, dengan data yang terbaru dari RT/RW, kiranya bisa dipertimbangkan. Karena data RT/RW lah dianggap lebih valid dan akurat," pungkasnya.

■ R-01/Hms/Rls