Notification

×

Iklan

Iklan

Bakamla RI Temukan Pelanggaran Terjadi di Laut Indonesia Selama Masa Pandemik

Sabtu, 30 Mei 2020 | 01:07 WIB Last Updated 2021-10-05T16:53:24Z
 Bakamla RI Temukan Pelanggaran Terjadi di Laut Indonesia Selama Masa Pandemik

PASUNDAN POST ■ Masalah pandemik Covid-19 yang saat ini berlangsung di darat, dapat pula terjadi di wilayah laut. Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., M.M., mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) membahas situasi keamanan laut Indonesia dengan para pimpinan instansi kemaritiman yang dilaksanakan melalui video conference (vidcon) di ruang kerja Kepala Bakamla RI, Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2020).

Dalam rakor tersebut, Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia mengatakan bahwa rapat digelar dalam rangka membahas situasi keamanan laut di Indonesia dan upaya penanggulangannya dalam situasi pandemi Covid-19.

“Selama pandemik Covid-19 terbukti telah ditemukan pelanggaran yang terjadi di laut Indonesia seperti masuknya sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari luar negeri yang mencoba memasuki wilayah melalui jalur ilegal dengan tanpa memperhatikan protokol kesehatan,” tegasnya.

Menurut Kepala Bakamla, ancaman laut lainnya yang masih marak ditemukan adalah pelanggaran wilayah, IUU Fishing, pencemaran di laut, penyelundupan narkoba, tumpahan minyak dan kecelakaan di laut, pengungsi Rohingya, Transnational Organized Crime (TOC), dan terorisme.

“Menghadapi berbagai ancaman di laut tersebut, terlebih di saat pandemi Covid-19 sangat perlu bagi aparat Kamla di laut memahami penanganannya. Untuk itu, Bakamla telah membuat buku Panduan Menghadapi Pandemi Covid-19 di Laut, bagi yang menginginkan buku tersebut silahkan datang ke kantor Bakamla RI untuk mendapatkan soft copynya,” ujar Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia kepada para peserta rakor.

Pada bagian lain, Kepala Bakamla RI juga mengatakan, sebagai single agency multi task Bakamla RI tidaklah dapat bekerja sendiri dalam menjamin keamanan dan keselamatan di laut.

“Bakamla RI sangat perlu sinergitas dengan instansi penegak hukum lainnya di laut,” ucapnya.

Disampaikan pula bahwa bentuk implementasi sinergi yang dapat dibangun salah satunya adalah saling tukar menukar informasi keamanan dan keselamatan laut, patroli bersama, latihan bersama dan pelibatan personel Bakamla RI dalam setiap kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Bakamla RI.

"Ini bukan untuk kepentingan saya secara pribadi apalagi Bakamla RI tapi untuk NKRI dan demi Merah Putih," tegas Kepala Bakamla RI.

Rapat Koordinasi Keamanan Laut melalui vidcon ini diikuti oleh Sestama Bakamla RI, Deputi Oplat Bakamla RI dan pejabat dari Pangkogabwilhan I, Asops Kasal, Pangarmada I, Pangarmada II, Pangarmada III, Komandan Guspurla Armada I, Komandan Guspurla II, Komandan Guspurla III, Komandan Guskamla Armada I, Komandan Guskamla Armada II, Komandan Guskamla Armada III, Kepala Korps Polairud, Staf Ahli Bidang Dalwilmar Kemenkopolhukam, Dirjen PSDKP, Dirjen Hubla, Dirjen Bea dan Cukai, Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu, Direktur Intelijen Perpajakan Kemenkeu, Direktur KPLP, dan Palindo I. (R-01)


×
Berita Terbaru Update