-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Terpapar Covid-19, Angka Kemiskinan Di Jawa Barat Naik

    Redaksi
    Kamis, 16 Juli 2020, 23:58 WIB Last Updated 2020-07-16T16:58:33Z
      Terpapar Covid-19, Angka Kemiskinan Di Jawa Barat Naik

    PASUNDAN POST ■ Pemprov Jawa Barat  terus melakukan upaya guna menekan angka kemiskinan dengan melakukan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Upaya itu dilakukan karena dampak dari merebaknya wabah covid telah menjadikan angka kemiskinan di Jawa Barat meningkat.

    Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Jawa Barat, Daud Achmad mengakui tren kemiskinan di Jabar meningkat.

    Oleh sebab itu, guna menekan laju kemiskinan agar tidak bertambah harus di upayakan perekonomian digerakkan melalui Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

    "Dengan adanya pandemik Covid-19 ini angka kemiskinan di kita -- jawa barat-- naik, karena itu roda perekonomian harus digerakkan dengan melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)," kata Kang Daud dalam konferensi pers di Gedung Sate, Kota Bandung, pada Kamis (16/7/2020).

    Menurutnya, melalui Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) diharapkan perputaran ekonomi yang terhenti oleh Covid-19 bisa kembali berjalan.

    "Tentunya dengan adanya AKB itu kan salah satu upaya supaya kemiskinan ini tidak bertambah. Karena AKB itu adalah suatu kebiasaan hidup baru dimana kita memperbolehkan kegiatan ekonomi yang dilaksanakan," terangnya.

    AKB merupakan salah satu upaya supaya kemiskinan tidak terus bertambah dan mudah-mudahan yang tadinya tidak miskin begitu ada pandemik jadi miskin, dengan adanya AKB dibuka kembali kegiatan ekonomi mereka tidak miskin lagi.

    Dia menambahkan, upaya lain pada stabilisasi ekonomi. Pemprov Jabar mendorong pelaku UMKM untuk kembali memproduksi seperti biasanya.

    UMKM didorong dengan upaya-upaya. Misalnya mulai berjualan dengan teknologi digital lewat penjualan online. Kemudian pemerintah juga memberikan berbagai insentif relaksasi kredit yang jumlahnya sekian triliun dari pemerintah.

    Menurutnya, upaya tersebut akan menjadi salah satu untuk menangani persoalan kemiskinan. Disamping, kata dia, kemiskinan juga mungkin terjadi karena dampak dari pada PHK.

    "Kenapa ada PHK karena industri tidak jalan. Sekarang di era AKB ini industri kan mulai jalan, apalagi industri-industri yang orientasinya ekspor atau juga ada industri-industri yang mungkin beralih prodak yang saat ini sedang buming misalnya prodak alat kesehatan khususnya APD dan lain sebagainya," ujarnya.

    Meski demikian, Daud optimis ketika pemeritah melakukan upaya tersebut dengan optimal dapat menekan angka kemiskinan, sehingga ekonomi pulih kembali, rakyat dan ekonomi bisa hidup kembali normal.  (R-01)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +