Notification

×

Iklan

Iklan

Ketua DPRD dan Bupati Sukabumi Resmikan Reaktor Biogas–Solar Dryer House, Tonggak Transisi Energi Inklusif di Simpenan

Kamis, 12 Februari 2026 | 19:46 WIB Last Updated 2026-02-18T12:49:09Z

SUKABUMI – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali bersama Bupati Sukabumi Asep Japar meresmikan Instalasi Reaktor Biogas dan Rumah Pengering Bertenaga Surya (Solar Dryer House) di Kampung Cihurang, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kamis (12/2/2026). Peresmian ini menjadi tonggak penting kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan Yayasan Rumah Energi melalui Program Pro Women 3 yang telah berjalan sekitar satu tahun di wilayah Pelabuhanratu dan sekitarnya.

Acara tersebut tidak sekadar seremoni peluncuran infrastruktur, melainkan penegasan arah pembangunan berkelanjutan berbasis desa. Direktur Eksekutif Yayasan Rumah Energi, Sumanda Tondang, menegaskan bahwa proyek ini merupakan simbol komitmen menuju masa depan yang lebih hijau, lestari, dan mandiri energi.

“Hari ini bukan hanya peresmian fisik solar dryer dan biogas, tetapi simbol komitmen nyata dalam mewujudkan transisi energi yang inklusif dan tidak meninggalkan siapa pun, termasuk perempuan,” ujarnya.

Sumanda menjelaskan, selama 13 tahun berkiprah di Indonesia, Yayasan Rumah Energi telah menjalankan program di 20 provinsi dengan implementasi sekitar 30 ribu reaktor biogas rumah tangga. Khusus instalasi di Simpenan, ia menyebutnya sebagai produk pertama di Indonesia yang mengintegrasikan reaktor biogas dengan dapur MBG (Makan Bergizi Gratis).

Menurutnya, limbah dapur MBG yang mencapai sekitar 80 kilogram per hari kini dapat diolah menjadi biogas yang menghasilkan energi memasak hingga lima jam per hari. Selain itu, residu pengolahan dimanfaatkan menjadi pupuk cair turunan biogas yang mendukung produktivitas pertanian warga.

Tak hanya reaktor biogas, Solar Dryer House yang diresmikan juga menjadi solusi konkret bagi petani bawang, khususnya di Desa Loji. Rumah pengering bertenaga surya ini memungkinkan proses pengeringan hasil panen tanpa ketergantungan pada cuaca, sehingga kualitas dan nilai jual produk meningkat.

Program pembangunan teknologi energi terbarukan ini mendapat dukungan pembiayaan dari PT Insight Investment Management, memperkuat kolaborasi multipihak antara pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan sektor swasta.

Bupati Asep Japar mengapresiasi sinergi tersebut. Ia menilai program ini selaras dengan upaya Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat swasembada pangan dan membuka peluang lapangan kerja baru berbasis potensi desa.

“Limbah MBG ini harus bisa dimanfaatkan untuk mendukung swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu dilakukan penyerahan simbolis pupuk cair hasil turunan biogas dari Yayasan Rumah Energi kepada Bupati Sukabumi. Petani Desa Loji turut menyerahkan hasil panen bawang sebagai simbol integrasi energi terbarukan dan ketahanan pangan berbasis desa.

Peresmian ini menandai langkah konkret Kabupaten Sukabumi dalam mengintegrasikan pengelolaan limbah, energi terbarukan, dan sektor pertanian. Sebuah model pembangunan lokal yang tak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan. *(Red).
×
Berita Terbaru Update