-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    17 ekor Kambing Milik Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Digondol Maling, Begini Modusnya

    Redaksi
    Jumat, 09 Oktober 2020, 15:22 WIB Last Updated 2020-10-09T08:22:15Z
    17 ekor Kambing Milik Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan Digondol Maling, Begini Modusnya

    PASUNDAN POST ■ 17 ekor kambing milik Pondok Pesantren Nahdlatul Wathan di Bekasi hilang digasak pencuri. Kejadian tersebut membuat geger para santri apalagi pencuri hanya meninggalkan sisa jeroannya saja.

    Pelaku diduga menjagal kambing-kambing itu di kandangnya langsung. Total ada 17 ekor kambing milik Pondok Pesantren Nahdlathul Wathan, Tambun Utara - Kabupaten Bekasi yang dicuri.

    "Ditinggalkan barang buktinya berupa jeroan dari hewan-hewan ternak yang dicuri, yakni rata-rata kambing, untuk hewan ternak ada sekitar 17 ekor," ujar Kapolsek Tambun AKP Gana, Jumat (9/10).

    "Namun juga ada beberapa bagian seperti kepala itu ada di sekitar lokasi tapi di luar kandang," kata Gana.

    Pelaku diduga hanya mengambil bagian daging hewan ternak curiannya. Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyembelihan kambing tersebut.

    "Memang diduga pelaku hanya mengambil bagian-bagian yang daging saja, kemudian dibawa, saat ini masih dilakukan penyelidikan, di TKP memang sepi dan cukup jauh dari masyarakat, ini perlu pendalaman lagi," tutur Gana.

    Pengurus Ponpes Nadhlatul Wathan, Dedi mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/10) pagi. Pelaku diduga menyembelih hewan ternak itu pada dini hari.

    Anehnya, tidak ada yang mendengar kambing mengembek pada malam itu. Kambing-kambing itu diketahui hilang dan tinggal jeroannya saja pada pagi harinya.

    "Yang ditinggalkan pelaku itu sepengetahuan saya jeroan, lalu kambing yang kecil itu (anak), sudah disembelih juga sih. Kalau nggak salah sekitar dua ekor yang ditinggal, anaknya yang sudah disembelih," ujar pengurus Ponpes Nadhlatul Wathan, Dedi. (Dakta)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +