Notification

×

Iklan

Iklan

Susul Keberhasilan Erdogan, Pemerintah Aceh Harus Peka Potensi Gas Alam di Selat Benggala Purba

Senin, 19 Oktober 2020 | 01:27 WIB Last Updated 2021-10-05T16:53:24Z
Susul Keberhasilan Erdogan, Pemerintah Aceh Harus Peka Potensi Gas Alam di Selat Benggala Purba

PASUNDAN POST ■ Cekungan Selat Benggala Purba, merupakan pertemuan arus laut Andaman dan Selat Malaka, tepatnya di perbatasan Pulau Sabang, Pulau Rondo  hingga lepas pantai Pulau Nicobar (India) diduga kaya akan Mineral, salah satunya adalah Gas Alam yang melimpah. 

Alumni Sejarah FKIP Unsyiah kajian Geografi Sejarah, Muhammad Ichsan menduga penjajah Belanda hingga 1904 berat melepas cengkraman di Aceh dikarenakan Aceh adalah gerbang Sumber Energi Mineral Terbesar. (Gas dan Minyak Bumi) tepatnnya di Jalur cincin api Simeulue, Sabang, hingga Kep.  Andaman dan Nicobar (India sekarang). 

" Pertemuan dua lipatan akan menghasilkan kentut, namun pertemuan dua lempeng benua besar Eurasia (Asia) dan Austronesia (Australia) akan menghasilkan gas alam berjumlah besar. Apalagi saat ini Jalur ekspansi "One Belt One Road" yang akan diterapkan Tiongkok (RRT) melewati Sabang dan Kepulauan Andaman,"  jelasnya. 

Pertemuan kekuatan besar akan terjadi di Selat Benggala atau Laut Andaman tersebut. Gesekan pengaruh Ideologi Rusia -  China - US sangat rentan disana. 

"India terakhir telah bekerjasama Rusia - India terkait Militer yang dikenal dengan Ops Indira Navy 2020 akhir bulan lalu belum lagi India - US  Indonesia dapat Apa, ampas...?," terang Ichsan. 

Mahasiswa Magister yang sedang melanjutkan Kajian Humaniora kawasan SEA Studies di FIB UI tersebut berharap kepekaan Pemerintah Aceh untuk selalu berkomunikasi secara tepat dengan pusat (Jakarta) terkait Ancaman pengaruh kekuatan besar di lepas pantai utara Pulau Sabang terkait indikasi penemuan sumber energy tersebut. 

" India gencar berbicara Maritim dengan Sabang Indonesia saat ini," imbuhnya.

Baru baru ini, Presiden Edorgan telah mengumumkan keberhasilan negara mereka dalam mendapatkan ladang migas baru di Laut Mediterania Timur atau di Black Sea (Laut Hitam). 
Hal tersebut menjadi kabar gembira bagi dunia Energi negara Turki khususnya Migas mereka. Aceh terus bermimpi memiliki pemimpin yang dapat bekerjasama layaknya turki mengeksplor Migas Lepas pantai wilayahnya.

" Berabad-abad Belanda mempertahankan Aceh dan konflik Aceh - Indonesia erat kaitannya dengan sumber mineral melimpah Gas Alam dan Minyak Bumi lepas pantai  Laut Andaman  itu," tutup Ichsan. (MI/red)
×
Berita Terbaru Update