-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    3 Tahun Jembatan Rusak, Petani Cidaun Sebut Jadi Penyebab Harga Hasil Panen Anjlok

    PasundanPost.com
    Kamis, 04 Maret 2021, 05:06 WIB Last Updated 2021-03-03T22:06:05Z
    3 Tahun Jembatan Rusak, Petani Cidaun Sebut Jadi Penyebab Harga Hasil Panen Anjlok

    PASUNDAN POST ■ Warga Desa Gelarpawitan dan Desa Neglasari, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan dan jembatan menuju desa mereka yang tidak pernah kunjung diperbaiki.

    Warga pun berharap Plt Bupati Cianjur Herman Suherman agar memberi atensi terhadap jembatan penghubung dua desa tersebut, mengingat jembatan Gelarpawitan merupakan akses moda transportasi guna menggerakkan perekonomian warga.

    Informasi yang diperoleh, lebih kurang 3 (tiga) tahun jembatan itu rusak akibat banjir, dan sudah berulangkali di laporkan kepada pemerintah, baik pemerintah di kecamatan, maupun kabupaten, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya.

    Untuk menuju kedua desa (Desa Gelarpawitan dan Desa Neglasari) masyarakat membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu, kondisinya sudah benar-benar  memprihatinkan. Selain itu, juga tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda 4  (mobil), hanya sepeda motor saja.

    "Masyarakat sudah sangat menunggu perbaikan jembatan ini, karena satu-satunya akses transportasi penghubung dua desa dan menuju kabupaten Cianjur," kata Zainuddin (41) warga Kampung Datar Bolang RT 01, RW 08, Dusun Mekarmulya Desa Gelarpawitan, pada Senin (01/03/2021).

    Selanjutnya Zainuddin menceritakan, sudah tiga kali jembatan bambu itu terjadi perubahan karena lapuk, dan buktinya masih ada itu, sambil menunjukkan jembatan yang sudah lapuk dan tidak terpakai lagi.

    3 Tahun Jembatan Rusak, Petani Cidaun Sebut Jadi Penyebab Harga Hasil Panen Anjlok

    Saat hal ini dikonfirmasi ke Pemerintah Desa Gelarpawitan, Kades Heri Kuswanto membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Zainuddin tersebut.

    Bahkan beliau menambahkan, di Desa Gelarpawitan ini tidak ada jalan kabupaten dan jalan provinsi, apalagi jalan pusat, yang ada adalah jalan desa.

    Padahal saat ini, jumlah penduduk desa Gelarpawitan tercatat 4.728 jiwa, yang terdiri dari 1.585 Kepala Keluarga (KK), serta tersebar di 37 Rukun Tetangga (RT), 8 Rukun Warga (RW), dan 5 dusun. Mayoritas penduduk berpenghasilan dari usaha tani.

    "Keluar masuknya masyarakat ke desa ini melalui jembatan bambu itu, dan masih bisa dilalui oleh kenderaan roda dua," imbuhnya.

    Kepala Desa Gelarpawitan menambahkan, bahwa hasil bumi petani di desa Gelarpawitan ini cukup bagus, akan tetapi, harganya itu lho jatuh banget, gara-gara biaya upah angkutnya cukup besar.

    "Jadi urat nadi perekonomian masyarakat di desa Gelarpawitan ini adalah infrastruktur jembatan dan jalan," ujar Heri Kuswanto, seraya berharap perihal keluhan warganya bisa teratasi.

    Terkait Anggaran dana desa (DD) ada setiap tahunnya, namun menurut Heri Kuswanto, bila di alokasikan untuk infrastruktur jembatan dan jalan ini tidak cukup.

    Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah kabupaten, dapat memperhatikan keluhan warga tersebut. Utamanya dapat segera mungkin membangun infrastruktur jembatan penghubung dua desa yang merupakan akses moda transportasi bagi warga.

    ■ Santi

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +