-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Dua Desa Di Kecamatan Pacet Salurkan Dana BLT PPKM Darurat

    PasundanPost.com
    Selasa, 13 Juli 2021, 12:51 WIB Last Updated 2021-07-13T05:51:47Z

    PASUNDAN POST ■ Pemerintah desa Gadog dan Sukatani, Kecamatan Pacet kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyerahkan bantuan sosial tunai dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat kepada ratusan Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di dua desa tersebut.

    Kegiatan ini didahului dengan edukasi pendisiplinan protokol kesehatan 4M (Memakai masker, Mencuci Tangan pakai sabun, Menjaga jarak dan Menjaga Imunitas Tubuh) dan sosialisasi tentang bahaya COVID-19.

    Kepala Desa Gadog Miftahudin mengatakan, bantuan tunai yang diserahkan untuk setiap KPM ini berupa uang tunai sebesar Rp 200 ribu. Menurutnya, bantuan tersebut memang diperuntukan bagi warga berpenghasilan rendah yang masuk di data terpadu kesehjateraan sosial (DTKS).

    "Kuota yang diberikan Pemkab Cianjur adalah 260 KPM, namun setelah kita review lagi di data verval desa, hasilnya terdapat 73 KPM yang lolos masuk DTKS. Sementara sisanya 187 yang ditolak adalah warga yang sudah mendapatkan bantuan maupun yang sudah pindah atau yang sudah meninggal dunia," kata Miftah kepada wartawan, pada Senin (12/7/2021).

    Sehingga dari total anggaran BST yang diberikan Pemkab Cianjur sebesar Rp 52 juta, lanjut Miftah, sebesar Rp 14,6 juta yang sudah tersalurkan kepada KPM.

    "Sementara sisanya sebesar Rp 35,6 juta yang ditolak, melalu surat berita acara kita akan serahkan lagi dana tersebut kapada Kas Daerah," terangnya.

    Terpisah, sementara di desa Sukatani penerima BST PPKM yang sudah salurkan serentak pada Jum,at (9/7/2021) kemarin, terdapat 246 KPM

    Menurut Kepala Desa Sukatani H.Udin Sanusi mengatakan, data 246 KPM tersebut adalah data yang sudah lolos terverifikasi di DTSK.

    "Dari jatah kuota 422 KPM terdapat 246 KPM yang tersalurkan, sementara sisanya ada 147 KPM yang ditolak," paparnya.

    Data 147 warga yang ditolak tersebut, lanjut Udin, rata rata ada yang sudah menerima bantuan sosial dari yang lain.

    "Sisa dana BLT yang sudah masuk ke desa namun tidak tersalurkan nantinya kita akan kembalikan ke Pemkab, sambil nunggu intruksi mekanismenya seperti apa," tandasnya (Ddy)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +