-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Endus Aroma Dugaan Korupsi Pembangunan Bantuan Rumah Tidak Layak Huni di Kabupaten Sukabumi, Ormas DIAGA Muda Indonesia Gelar Aksi

    Redaksi
    Senin, 15 November 2021, 16:51 WIB Last Updated 2021-11-15T12:10:30Z
    PASUNDANPOST.com, Aksi massa Ormas Demokrasi Indonesia Anti Gerakan Anarkisme (DIAGA) Muda Indonesia DPC Kabupaten Sukabumi memadati alun-alun Palabuhanratu, melontarkan kritik tajam kepada Pemerintahan Kabupaten Sukabumi.

    Dilansir dari Sukabuminow.com, Senin (15/11/2021), Dalam aksi itu ada ribuan massa yang tergabung dalam Ormas DIAGA Muda Indonesia (DMI), tetapi hanya 25 orang yang diizinkan berorasi di depan Kantor Setda. Sebelumnya, ke-25 orang tersebut dites swab terlebih dahulu oleh tenaga kesehatan yang dipersiapkan di lokasi.

    Dewan Pendiri DMI, Edi Rizal Agusti mengatakan, pihaknya menyampaikan beberapa aspirasi dalam aksi tersebut. Salah satunya terkait masalah rumah tidak layak huni (Rutilahu) di Kabupaten Sukabumi.

    “Masalah Rutilahu dan pengentasan kemiskinan yang kami perjuangkan bersama-sama. Karena sudah terjadi ketimpangan kebijakan dalam masalah pelaksanaan penetapan anggaran untuk pengentasan kemiskinan. Dan untuk perbaikan Rutilahu ini, terindikasi dipermainkan anggarannya,” terang ERA -sapaan Edi Rizal Agusti-.

    Di tempat sama, Ketua Tim Analisa Dan Kajian Umum DMI Kabupaten Sukabumi, Muhammad Lucky menerangkan, anggaran untuk perbaikan Rutilahu di Kabupaten Sukabumi sebesar 15 juta rupiah. Dari jumlah itu, 14 juta rupiah dibelanjakan untuk material.

    “Ada dugaan anggaran untuk itu dipermainkan. Ada juga indikasi mark up anggaran untuk belanja material Rutilahu dan ada beberapa indikasi lainnya,” bebernya.

    Selain itu, pihaknya juga mempersoalkan adanya anggaran 300 ribu rupiah untuk administrasi pelaporan dari anggaran 15 juta rupiah tersebut.

    “Pelaporan seperti apa yang menelan biaya 300 ribu rupiah?,” ujarnya.

    “Lucunya, ada pembayaran orang ahli tapi tidak pernah menghitung kebutuhan daripada sifat dan manfaat. Akhirnya banyak barang yang tidak terpakai dan ujung-ujungnya rumah penerima manfaat tidak selesai-selesai diperbaiki,” imbuhnya.

    Selain isu Rutilahu, DMI Kabupaten Sukabumi juga menyampaikan berbagai isu lainnya. Usai berorasi di Setda, massa melanjutkan aksi di Gedung DPRD Kabupaten Sukabumi untuk menyampaikan hal yang sama. (Red)







    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +