-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Cegah Bentrok Susulan di Sorong, Polisi Rangkul Tokoh Agama dan Masyarakat

    Redaksi
    Selasa, 25 Januari 2022, 18:09 WIB Last Updated 2022-01-25T11:10:57Z
    PASUNDAN POST ■  Polisi merangkul Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Adat untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan di Kota Sorong, Papua Barat. 

    "Polda jajaran langsung berkoordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk mencegah tidak ada aksi balasan atau aksi lainnya," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada awak media, di Jakarta, Selasa (25/01/2022).

    Tak hanya itu, Irjen Dedi menyebut, Polda Papua Barat jajaran juga telah melakukan pertemuan kepada perwakilan kedua kelompok yang bertikai. Tujuannya, untuk mencegah serta tidak melakukan aksi apapun di ketentuan aturan hukum yang berlaku.

    "Polsek Sorong Timur telah melakukan pertemuan antara kelompok," ujar Irjen Dedi.

    Irjen Dedi menerangkan, bahwa Polisi juga telah melakukan penyelidikan serta penyidikan dengan melakukan pemeriksaan kepada sejumlah saksi dari peristiwa yang mengakibatkan 19 (Sembilan Belas) orang meninggal dunia tersebut. 

    "Penyelidikan melakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk memproses tuntas kasus kejadian ini. Lalu jajaran juga menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)," ucap Dedi.

    Menurut informasi yang diperoleh, sejauh ini korban tewas akibat bentrokan tersebut berjumlah 19 (Sembilan Belas) orang. Dari total tersebut 1 (Satu)borang meninggal dunia akibat bentrokan, sedangkan 18 lainnya diduga meninggal dunia akibat terbakar di dalam tempat hiburan tersebut. 

    "1 (Satu) meninggal dunia karena bentrok dan 18 meninggal dunia di tempat hiburan yang terbakar. Masih di dalami," tutur Kadiv Humas Polri.

    Kemudian, lanjut Irjen Dedi, pihak Polda Papua Barat jajaran saat ini melakukan pencarian terhadap Pelaku dan Aktor Intelektual dari bentrokan tersebut. 

    "Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dan penyidikan untuk mengungkap aktor intelektual dan pelaku dari dua kelompok tersebut," tutup Irjen Dedi. (Hms/Dasep)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...