Notification

×

Iklan

Iklan

Imbas Melambungnya Harga Kacang Kedelai, Pemilik Pabrik Tahu Tempe Mengurangi Produksi

Kamis, 17 Februari 2022 | 17:33 WIB Last Updated 2022-02-18T00:22:38Z

PASUNDAN POST ■  Sejumlah perajin tempe di Kabupaten Cianjur mengurangi produksi usahanya karena harga kedelai yang menjadi bahan baku tahu makin mahal.

Sri Hayati salah satu pemilik pabrik tempe yang ada di Kampung Cipadang Desa Bambayang, Kecamatan Gekrong mengatakan, kenaikan harga kedelai sudah berlangsung dua pekan.

Menurut Sri, kenaikan harga kedelai juga terjadi secara bertahap. Sehingga pihaknya terpaksa harus memangkas ukuran produksi tempe beberapa centimeter dari yang biasa.

"Kenaikan menjadi Rp11 ribu, harga normalnya Rp8 ribu, naiknya bertahap, sudah berlangsung dua minggu," kata Sri kepada wartawan.

"Harga tempe belum dinaikin dalam sehari biasanya kalau sebelum ada kebaikan kami membuat tempe sebanyak 3 kwintal,namun produksi sekarang jadi 2 kwintal untuk tempe. Untuk tahu tergantung penjualan, kalau menurun bisa langsung dikurangin. Kalau tahu kan bisa langsung jadi, kalau tempe proses dulu," tambahnya.

Akibat naiknya harga kacang kedelai, Sri mengungkapkan berimbas kepada omsetnya yang terus menurun.

"Untuk omset sekarang menurun beberapa persen untuk tahu tempe. Menyiasati harga, kami main di ukuran tempe, awalnya misal 30 cm dikurangi 2 cm, tapi harga tetap sama. Misalnya kalau yang di kilo, tadinya setengah kilo di kurangi 2 ons, untuk tempe. Untuk tahu kita ngambilnya dari potongan," bebernya.

Sri berharap agar harga kacang kedelai kembali normal,sehingga produksi tempe dan tahu yang sudah ia jalani sejak puluhan tahun bisa kembali normal

"Harapan saya inginnya harga kacang kedelai kembali stabil. Jadi kan kita sebagai pengusaha kecil, dengan adanya kebaikan bahan baku untuk usaha kami, ini bisa anjlok," pungkasnya. (Ddy)
×
Berita Terbaru Update