-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Geger Warga Kompa Parungkuda Sukabumi Menyusul Penagih Bank Keliling Meninggal dunia

    Redaksi
    Selasa, 17 Mei 2022, 16:33 WIB Last Updated 2022-05-17T13:04:07Z

    Petugas Kepolisian Sektor Parungkuda Mengevakuasi Jasad Korban Meninggal Dunia di Kampung Tapos RT.01/02 Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Selasa, (17/5/2022). Foto : Cking



    PASUNDAN POST ■ Geger warga Kampung Tapos RT.01/02 Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menyusul Bank keliling pingsan dan akhirnya meninggal dunia, jasad korban dievakuasi oleh Petugas Kepolisian Sektor Parungkuda, Polres Sukabumi, Kampung Tapos RT.01/02 Desa Kompa, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi,

    Informasi dihimpun Pasundanpost.com, Korban sempat pingsan dan meninggal dunia oleh warga di pindahkan ke pos Ronda, tak lama kemudian petugas Kepolisian Sektor Parungkuda dan Polsek Cidahu, Satpol PP Kecamatan Parungkuda, P2BK, BPBD, Pramuka Peduli, KNPI dan petugas Puskesmas Kecamatan Parungkuda mengevakuasi korban meninggal dunia untuk dikirim ke RSUD Sekarwangi Cibadak. 

    Warga setempat Cunaeni (28) mengatakan, sekitar pukul. 13.30 WIB korban ke rumah hendak nagih, setelah ke rumah lalu korban bilang sakit dan sempat istirahat di teras rumah tetanggga lalu pingsan. 

    "Setelah nagih, dia duduk di teras rumah depan dan sempat bilang sakit  sambil memegang kepalanya," ungkap Cunaeni. 

    Lebih lanjut Cunaeni, ia langsung menghampiri pria yang dikenal oleh warga sebagai Abah penagih Bank keliling, setelah memastikan kondisinya. 

    "Saya panggil abah-abah, untuk memastikan dia langsung tekapar ke tanah, saya langsung teriak minta tolong pada warga lain,"ungkap Cucun panggilan Cunaeni. 

    Abah sendiri dikenal oleh warga setempat sebagai seorang penagih bank keliling yang baik dan ramah, Ia setiap hari berkeliling untuk menagih uang ke warga kecuali pada hari Minggu. 

    "Setelah jatuh langsung digotong oleh warga ke pos ronda, waktu itu kondisinya udah terkapar dan mulutnya mengeluarkan busa," ujarnya. 

    Hingga saat ini korban dilarikan oleh petugas kepolisian sektor Parungkuda ke RSUD Sekarwangi Cibadak.(*Cking)
    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +