Notification

×

Iklan

Iklan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi Hadiri Haul Akbar Mama KH Marzuqi di Cikurutug

Minggu, 07 Juni 2026 | 16:47 WIB Last Updated 2026-06-19T01:53:04Z

SUKABUMI – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Junajah Jajah Nurdiansyah, S.Pd., menghadiri kegiatan Haul Akbar Mama KH Marzuqi yang digelar di Pondok Pesantren Almarzukiyah, Kampung Cikurutug, Desa Cibodas, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Meneladani Perjuangan, Merawat Sanad Keilmuan dan Mempererat Ukhuwah” tersebut berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Acara dihadiri para kiai, ulama, tokoh masyarakat, keluarga besar keturunan Mama KH Marzuqi, serta masyarakat dari berbagai daerah.

Dalam kesempatan itu, Junajah Jajah Nurdiansyah menyampaikan bahwa Haul Akbar tahun 2026 merupakan pelaksanaan kedua dalam skala besar, meskipun tradisi haul untuk mengenang Mama KH Marzuqi telah rutin dilaksanakan setiap tahun oleh keluarga besar.

Menurutnya, penyelenggaraan Haul Akbar merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar yang memiliki komitmen untuk menjaga silaturahmi sekaligus mengenang jasa dan perjuangan para pendahulu.

“Haul Akbar ini merupakan hasil kebersamaan seluruh keluarga besar. Penggagasnya adalah para sesepuh keluarga, termasuk almarhum Haji Nurdin, almarhum Haji Nurjen, Babah Uwoh, serta seluruh keluarga besar Mama KH Marzuqi. Kegiatan ini menjadi wadah berkumpulnya keluarga besar agar silaturahmi tetap terjaga,” ujar Junajah.

Ia menilai Mama KH Marzuqi sebagai sosok ulama yang memiliki peran besar dalam perkembangan syiar Islam di wilayah Cikurutug dan sekitarnya. Menurutnya, perjuangan serta dedikasi beliau dalam menyebarkan ajaran Islam telah memberikan pengaruh yang masih dirasakan hingga saat ini.

“Beliau merupakan tokoh yang pertama kali menyebarkan dan mengembangkan ajaran Islam di Cikurutug. Jasa dan perjuangannya sangat besar bagi masyarakat hingga sekarang,” katanya.

Lebih lanjut, Junajah menegaskan bahwa makna haul tidak hanya sebatas mengenang jasa para pendahulu, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan kekeluargaan antargenerasi.

“Melalui haul ini, yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, yang belum dekat menjadi dekat, yang belum kenal menjadi saling mengenal. Alhamdulillah hari ini keluarga besar dari berbagai daerah seperti Sukabumi, Bandung, Tangerang, Palabuhanratu, dan daerah lainnya dapat berkumpul bersama,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar keturunan Mama KH Marzuqi, Junajah mengaku mendukung penuh kegiatan tersebut karena mampu memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan di tengah keberagaman latar belakang keluarga.

“Yang terpenting kita tetap satu keluarga besar keturunan Mama KH Marzuqi. Semangat gotong royong dan persaudaraan harus terus dijaga. Alhamdulillah antusiasme keluarga dan masyarakat sangat luar biasa. Semua bergotong royong dan berpartisipasi demi terselenggaranya kegiatan ini,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul Akbar, Asep Kastolani, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiatif para sesepuh keluarga yang ingin memperkuat ikatan silaturahmi sekaligus mengenang perjuangan sang karuhun dalam menyebarkan agama Islam.

“Gagasan kegiatan ini berasal dari para sesepuh keluarga, terutama Babah Uwoh dan Aki Denis yang merupakan keturunan langsung Mama KH Marzuqi. Mereka ingin seluruh keluarga besar mengetahui dan mengenang sosok karuhun yang telah berjasa besar dalam penyebaran agama Islam di wilayah ini,” jelas Asep.

Ia menuturkan bahwa Haul Akbar tahun 2026 menjadi penyelenggaraan kedua dalam skala besar. Adapun tradisi mengenang Mama KH Marzuqi telah berlangsung sejak beliau wafat dan kini memasuki sekitar 118 tahun.

“Insya Allah kegiatan ini akan terus dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan beliau sekaligus mempererat tali persaudaraan keluarga besar,” katanya.

Asep menambahkan, Mama KH Marzuqi dikenal sebagai ulama karismatik yang memiliki kecintaan besar terhadap ibadah dan dakwah. Berdasarkan cerita yang diwariskan secara turun-temurun oleh keluarga, beliau telah lima kali menunaikan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dan wafat saat menjalani perjalanan ibadah yang keenam.

“Beliau merupakan ulama yang sangat dihormati masyarakat. Selain dikenal sebagai penyebar agama Islam di Cikurutug, beliau juga meninggalkan warisan keilmuan dan keteladanan yang hingga kini masih dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui penyelenggaraan Haul Akbar ini, keluarga besar berharap nilai-nilai perjuangan, keilmuan, serta semangat ukhuwah yang diwariskan Mama KH Marzuqi dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis dan religius.

Naskah ini sudah disusun dengan format advertorial bergaya berita media arus utama, dengan penekanan pada nilai berita, kutipan narasumber, dan penutup yang memperkuat pesan kegiatan tanpa terkesan promosi berlebihan.**
×
Berita Terbaru Update