Notification

×

Iklan

Iklan

Kenapa Nyamuk Terasa Makin Banyak Saat Musim Kemarau? Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 11:30 WIB Last Updated 2026-08-22T04:44:43Z

JAKARTA — Keluhan mengenai nyamuk yang terasa semakin banyak belakangan ini ramai disampaikan warga di media sosial. Sejumlah warga, terutama yang tinggal di wilayah Jabodetabek, mengaku serangan nyamuk semakin mengganggu, termasuk saat beristirahat pada malam hari.

Fenomena tersebut lantas menimbulkan pertanyaan: benarkah musim kemarau membuat populasi nyamuk meningkat?

Peneliti entomologi atau ilmu serangga dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Awit Suwito, menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang dapat membuat keberadaan nyamuk terasa lebih banyak. Salah satunya berkaitan dengan perubahan suhu lingkungan saat memasuki musim kemarau.

Suhu Lebih Tinggi Bisa Mempercepat Siklus Hidup Nyamuk

Menurut Awit, peningkatan suhu lingkungan dapat berpengaruh terhadap siklus hidup nyamuk. Suhu yang lebih tinggi membuat waktu yang dibutuhkan nyamuk untuk menyelesaikan siklus hidupnya menjadi lebih singkat.

“Mengapa populasi nyamuk pada musim kemarau, lebih tepatnya akhir kemarau dan awal musim hujan, rasanya lebih meningkat? Ini berkaitan dengan beberapa faktor. Faktor pertama, suhu lingkungan yang meningkat menjadikan waktu siklus hidup nyamuk semakin pendek,” kata Awit, dikutip dari detiknews, Kamis (20/8/2026).

Namun, kondisi kemarau juga menyebabkan ketersediaan genangan air di luar rumah berkurang. Padahal, genangan air merupakan salah satu lokasi yang dapat menjadi tempat perindukan nyamuk.

Nyamuk Bisa Beralih ke Area di Dalam Rumah

Berkurangnya genangan air di lingkungan luar rumah tidak serta-merta membuat nyamuk menghilang. Sebaliknya, nyamuk dapat lebih terkonsentrasi pada sumber air yang masih tersedia di sekitar permukiman.

Kondisi ini terutama perlu diperhatikan pada Aedes aegypti, jenis nyamuk yang diketahui menyukai tempat perindukan dengan air yang relatif jernih.

Awit menjelaskan nyamuk tersebut dapat memanfaatkan berbagai wadah yang menampung air di dalam maupun sekitar rumah.

“Sehingga nyamuk, terutama nyamuk Aedes aegypti, yang lebih menyukai habitat air jernih, akan terpusat pada tempat-tempat air yang ada di dalam atau sekitar rumah, seperti bak mandi, kolam, tempat minuman hewan peliharaan, dan lain-lain,” ujarnya.

Artinya, meski genangan air di luar rumah berkurang selama musim kemarau, tempat-tempat penampungan air di sekitar rumah justru dapat menjadi lokasi penting bagi keberlangsungan siklus hidup nyamuk.

Telur Nyamuk Bisa Bertahan Saat Kondisi Kering

Faktor lainnya adalah kemampuan telur nyamuk untuk bertahan dalam kondisi kering. Hal ini memungkinkan siklus hidup nyamuk tetap berlanjut meski ketersediaan air sedang terbatas.

Telur yang bertahan pada kondisi kering kemudian dapat kembali berkembang ketika musim hujan tiba dan genangan air mulai terbentuk.

“Telur nyamuk tahan akan kondisi kering sehingga, bila memasuki awal musim hujan, menciptakan genangan-genangan air yang memungkinkan telur tersebut melanjutkan siklus hidupnya. Sehingga seolah-olah penambahan populasi nyamuk makin tinggi dan serempak,” kata Awit.

Mengapa Nyamuk Terasa Lebih Banyak?

Dengan demikian, meningkatnya keluhan mengenai nyamuk tidak semata-mata dapat dikaitkan dengan musim kemarau. Suhu lingkungan, berkurangnya genangan di luar rumah, terkonsentrasinya sumber air di sekitar permukiman, serta kemampuan telur nyamuk bertahan dalam kondisi kering menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi dinamika populasi nyamuk.

Peralihan dari akhir musim kemarau menuju awal musim hujan juga menjadi periode yang perlu diperhatikan. Ketika hujan kembali turun dan genangan air bermunculan, telur nyamuk yang sebelumnya bertahan dalam kondisi kering dapat melanjutkan perkembangannya.

Karena itu, keberadaan wadah atau tempat yang dapat menampung air di sekitar rumah tetap perlu diperhatikan, terutama menjelang dan memasuki musim hujan. Upaya menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk menjadi salah satu langkah penting untuk mengendalikan populasi nyamuk di permukiman.**
×
Berita Terbaru Update