Notification

×

Iklan

Iklan

Ratusan Santri Baiti Jannati Sukabumi Berangsur Pulih, Tiga Masih Dirawat Usai Dugaan Keracunan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:35 WIB Last Updated 2026-08-16T08:53:54Z
Gbr. Ilustrasi pasien sedang dirawat

SUKABUMI— Kondisi ratusan santri Pondok Pesantren Baiti Jannati, Kota Sukabumi, yang sebelumnya mengalami dugaan keracunan setelah menyantap makanan dalam rangkaian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini berangsur membaik.

Dari total 134 santri yang sempat mendapatkan penanganan medis, sebagian besar telah dinyatakan sehat dan diperbolehkan kembali ke lingkungan pesantren. Saat ini, hanya tiga santri yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bunut.

Pimpinan Pondok Pesantren Baiti Jannati, Faid Fauzan, mengatakan kondisi ketiga santri tersebut terus menunjukkan perkembangan positif dan diperkirakan segera diperbolehkan pulang.

“Alhamdulillah, sebagian besar santri sudah pulang dan kembali berkegiatan di pondok, bahkan ikut perlombaan Agustusan. Informasi yang kami terima, hanya tiga orang yang masih dirawat di Rumah Sakit Bunut dan kondisinya membaik. Katanya hari ini dipulangkan,” ujar Faid, Minggu (16/8/2026).

Pesantren Belum Pastikan Sumber Keracunan dari MBG

Meski dugaan keracunan terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan, pihak pesantren belum dapat memastikan bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan menu Program Makan Bergizi Gratis.

Faid mengatakan, waktu munculnya gejala menjadi salah satu pertimbangan. Menurutnya, para santri mulai mengalami gejala pada pagi hingga dini hari, sehingga kemungkinan penyebabnya juga dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi pada malam sebelumnya.

“Saya dari awal juga tidak menduga keracunan dari menu MBG, lantaran para santri mengalami gejala pada pagi dini hari. Bisa jadi dari makanan yang disantap pada malam hari, yang bukan menu MBG. Meski demikian, kedua sampel makanan sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa lebih lanjut,” katanya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sumber dugaan keracunan masih belum dapat dipastikan. Karena itu, keterkaitan antara kejadian tersebut dengan makanan dalam program MBG masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Sampel Makanan Diperiksa

Hingga Minggu (16/8/2026), penyelidikan mengenai penyebab pasti dugaan keracunan masih berlangsung. Sampel makanan yang telah diserahkan kepada Dinas Kesehatan bersama hasil pemeriksaan kesehatan para santri masih dalam proses penelitian.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya diharapkan dapat mengungkap sumber kejadian secara lebih jelas. Temuan tersebut juga akan menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Sementara proses pemeriksaan berjalan, sebagian besar santri telah kembali beraktivitas di lingkungan pesantren. Kondisi tersebut menjadi perkembangan positif setelah sebelumnya puluhan hingga ratusan santri harus mendapatkan penanganan medis.

Pihak terkait masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan apakah dugaan keracunan berkaitan dengan makanan dari program MBG atau berasal dari makanan lain yang dikonsumsi para santri.**
×
Berita Terbaru Update