Notification

×

Iklan

Iklan

Bodogol Edu Farm Purwasari Dikembangkan Jadi Agrowisata Edukasi, Dorong Ekonomi Kreatif Desa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB Last Updated 2026-10-22T11:06:41Z

SUKABUMI – Bodogol Edu Farm di Desa Purwasari, Kabupaten Sukabumi, dikembangkan sebagai destinasi agrowisata edukasi yang memadukan sektor peternakan dan pertanian. Konsep ini dinilai berpotensi memperkuat pengembangan desa wisata sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, menilai integrasi peternakan dan pertanian dapat menjadi daya tarik wisata yang memiliki nilai edukasi sekaligus manfaat ekonomi. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Bodogol Edu Farm pada Selasa (13/10/2026).

Menurut Ali, Desa Purwasari merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa wisata setelah melalui proses kurasi oleh tim yang dibentuk Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi dengan persetujuan bupati.

Desa Purwasari termasuk dalam 31 desa dan kampung wisata yang telah melalui proses kurasi tersebut. Pengembangannya diharapkan tidak hanya menghadirkan destinasi baru, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah hari ini bisa datang dan menyaksikan langsung agrowisata yang terintegrasi, yang dikelola oleh desa dan melibatkan para pemuda,” kata Ali.

Bodogol Edu Farm mengusung konsep agrowisata terintegrasi dengan menghubungkan aktivitas peternakan domba dan pertanian. Melalui konsep ini, hasil samping dari kegiatan peternakan berpotensi dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian, termasuk melalui pengolahan limbah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Ali menilai, kebersihan dan kenyamanan menjadi aspek penting dalam pengembangan peternakan sebagai destinasi wisata edukasi. Pengelolaan yang tepat diperlukan agar pengunjung dapat menyaksikan aktivitas peternakan sekaligus memperoleh pengalaman belajar dalam lingkungan yang nyaman.

“Salah satu di antaranya bagaimana domba ternak yang selama ini mungkin menimbulkan masalah bau, kemudian dikemas sedemikian rupa menjadi tidak bau, sehingga layak wisatawan datang mendekat dan menyaksikan prosesnya,” ujarnya.

Selain mendukung pertanian, limbah peternakan juga berpotensi diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti kompos, biogas, hingga briket. Pemanfaatan tersebut dapat membuka peluang usaha baru apabila didukung pengelolaan dan teknologi yang sesuai.

Dengan pendekatan ini, peternakan tidak hanya berorientasi pada hasil utama, tetapi juga berpeluang menghasilkan nilai ekonomi dari pengolahan produk samping. Konsep tersebut sekaligus dapat menjadi sarana edukasi bagi pengunjung mengenai pemanfaatan sumber daya secara lebih efisien.

Ali menegaskan, keberhasilan pengembangan desa wisata tidak cukup diukur dari jumlah kunjungan wisatawan. Potensi ekonomi yang muncul dari aktivitas wisata juga perlu dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, warga dan generasi muda perlu didorong untuk mengembangkan ide kreatif menjadi peluang usaha yang memiliki nilai tambah.

“How people makes money from idea. Dengan ide-idenya itu menghasilkan uang dan memberikan nilai tambah. Jadi, selain wisata, ekonomi kreatifnya juga berjalan,” tuturnya.

Salah satu peluang yang dapat dikembangkan adalah penyediaan homestay dengan memanfaatkan rumah warga sebagai tempat menginap wisatawan. Skema ini memungkinkan pengunjung menikmati suasana pedesaan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat.

“Orang kota itu biasanya mencari suasana begitu. Mereka bisa langsung berinteraksi dengan warga desa. Warga yang rumahnya dipakai sebagai homestay juga mendapatkan nilai tambah dari kamar yang disewakan,” katanya.

Selain homestay, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga dinilai penting dalam membangun ekosistem pariwisata desa. Produk olahan lokal, makanan khas, dan suvenir dapat dikembangkan sebagai bagian dari pengalaman wisata sekaligus menjadi sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Melalui keterlibatan berbagai sektor tersebut, pengembangan desa wisata diharapkan mampu menciptakan peluang usaha yang lebih beragam, mulai dari layanan akomodasi, kuliner, hingga penjualan produk lokal.

Ali berharap pengembangan Bodogol Edu Farm dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sukabumi dalam mengoptimalkan potensi wilayah masing-masing.

Menurutnya, inovasi dalam pengembangan pariwisata perlu disesuaikan dengan karakteristik desa, kondisi lingkungan, serta peluang usaha yang dapat melibatkan masyarakat secara langsung.

Ia juga mendorong generasi muda untuk terus meningkatkan kreativitas dan kemampuan membaca peluang. Dengan begitu, potensi lokal dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

“Terus belajar melihat situasi dan kondisi. Semangat mencari inovasi, termasuk creative thinking, harus terus dikembangkan agar menghadirkan inspirasi dan pemberdayaan, tidak hanya untuk kita, tetapi juga untuk pemuda lainnya,” pungkasnya.

Pengembangan Bodogol Edu Farm menjadi gambaran potensi integrasi peternakan, pertanian, dan pariwisata dalam satu kawasan. Dengan pengelolaan yang baik, dukungan fasilitas, serta keterlibatan masyarakat, agrowisata edukasi ini berpeluang memperkuat daya tarik Desa Purwasari sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi kreatif di Kabupaten Sukabumi.**

×
Berita Terbaru Update