Notification

×

Iklan

Iklan

Sebelum Gugur Di papua Sertu Anumerta Miftachur Rohmat Telpon Ibunda, Ini Pesannya

Rabu, 01 Januari 2020 | 02:51 WIB Last Updated 2020-01-26T05:19:39Z

PASUNDAN POST ■ Prajurit TNI asal Demak yang gugur saat bertugas di perbatasan RI-PNG,  Sertu Anumerta Miftachur Rohmat (24), seminggu sebelumnya masih menghubungi keluar dan teman-teman sekolahnya.

Wakil Komandan Pos Bewan Baru Satgas Yonif 713/ST ini gugur akibat penghadangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bewan Baru, Distrik Yeti, Kabupaten Keerom, Papua, pada Senin (30/12/2019) siang.

Dia merupakan bungsu dari tiga bersaudara anak pasangan Muslikun dan Sugiartun yang tinggal di Dukuh Genatan RT 5 RW 2 Desa Gempoldenok, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Diceritakan Sugiartun, sekitar seminggu yang lalu anaknya menghubungi melalui telepon dan  bilang kalau dirinya kangen. Kurang lebih setengah jam, alm menelepon saya.

"Nek setengah jam-an enten telepon kulo (kurang lebih setengah jam menelepon saya)," ungkap Sugiartun di rumah duka, pada Selasa (31/12/2019).

Senada dengan sang ibu, kakak tertua Zulifatul Umayah, juga mendapat telepon dari sang adik yang sedang melaksanakan tugas negara di Papua.

"Adik kedua saya teleponnya lama. Telepon ke nomor saya sendiri, di nomer ibu sendiri. Saya kan tinggal tidak dengan ibu. Tadi teman-temannya yang ke sini juga bilang ditelpon adik saya pada hari yang sama," jelas Zulifatul.

Kepergian Almarhum Miftachur Rohmat menghadap Sang Khalik menjadi duka yang sangat mendalam. Hal tersebut karena Almarhum sampai saat ini masih lajang, sementara kakak-kakaknya sudah menikah dan dikaruniai anak.

Begitu mendengar kabar anaknya gugur di medan tugas, Sugiartun langsung lemas. Kabar itu disampaikan kakak ipar korban dan anggota Koramil Dempet yang datang langsung ke rumah pada Senin siang.

"Sekitar waktu Dhuhuran kami diberitahu, waktu ayahnya pulang dari sawah," papar Sugiartun menyeka air mata.

Diceritakan ipar korban Miftahul Huda (38), menjelaskan keluarga menerima kabar mengejutkan itu sekitar pukul 12.00 WIB, kemarin siang.

Dia kemudian konfirmasi ke Kodam Jayapura sekitar pukul 14.00 WIB. Dari situ, Huda mendapat penjelasan kalau adiknya dihadang KKB dan terkena tembak di bagian dada saat mengambil logistik.

Sementara itu, Dandim 0716/Demak Letkol Arh Mohamad Ufiz, mengatakan pemakaman Sertu Anumerta Miftachur Rohmat akan dilaksanakan secara militer di TPU Desa Setempat.

■ R-01/pendim


×
Berita Terbaru Update