-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDANPOST.COM | SUARA ASPIRASI JAWA BARAT
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Jelang Idul Adha, Gubernur Jabar Minta Waspadai Kasus Impor

    Redaksi
    Kamis, 23 Juli 2020, 12:16 WIB Last Updated 2020-07-23T05:16:53Z
     Jelang Idul Adha, Gubernur Jabar Minta Waspadai Kasus Impor

    PASUNDAN POST ■  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Majalengka untuk waspadai kasus impor (imported case). Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama dalam menyambut Hari Raya Idul Adha.

    "Evaluasinya, Majalengka masuk kategori risiko rendah. Ada 26 kecamatan yang kita hitung sudah masuk hijau," kata Kang Emil  usai bertemu dengan Gugus Tugas Percepatanan Penanganan COVID-19 Kabupaten Majalengka di Kantor Bupati, Kabupaten Majalengka (22/7/20).

    "Tapi karena ada satu kecamatan yang kedatangan pemudik yang coba merayakan Idul adha di sini, dan ternyata positif, maka secara umum akan mempengaruhi indeks keseluruhan," imbuhnya.

    Kang Emil mengatakan, infeksi lokal di Kabupaten Majalengka dapat dikendalikan. Hal itu terlihat dari hasil tes masif. Maka itu, ia meminta kepada Gugus Tugas Kabupaten Majalengka untuk memprioritaskan tes masif bagi pendatang atau pemudik.

    "Jadi kalau mau Majalengka aman, manajemen pendatang (atau pemudik) harus diperhatikan dan dijadikan prioritas dalam pengetesan," ucapnya.

    Menurut Kang Emil, Gugus Tugas Kabupaten Majalengka harus mengetes 7.500 warga dengan metode PCR. Jumlah tersebut berdasarkan standar tes masif Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Yang sekarang 2.600 harus naik ke 7.500. Saya titip ke Bapak Bupati untuk melakukan pengetesan PCR mendekati 7.500," katanya.

    Soal pembelajaran tatap muka, kata Kang Emil, pihaknya menerapkan prinsip kehati-hatian. Kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi prioritas.

    "Wacana di Jawa Barat adalah kecamatan-kecamatan yang sudah zona hijau, seperti Majalengka tadi, itu sekolah akan dipersiapkan untuk pembukaan, tapi tidak boleh lintas kecamatan," ucapnya.

    "Jadi, kalau ada (siswa) domisili di kecamatan yang tidak di zona hijau, tapi sekolahnya di zona hijau, itu dia tidak boleh (masuk sekolah) dan dia (belajarnya) masih daring," tambahnya. (Hms/rls/R-01)


    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...
    loading...

    GAYA HIDUP

    +