-->
  • Jelajahi

    Copyright © PASUNDAN POST | Kritis - Nasionalis - Religius
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Dewi Asmara, Latih Para Produsen Makanan Agar Produksinya Sehat

    Redaksi
    Rabu, 20 April 2022, 13:15 WIB Last Updated 2022-04-20T14:23:07Z

    Usai Sosialisasi, Hj.Dewi Asmara, S.H.,M.H. anggota komisi IX DPR RI Foto bersama diAula Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, (20/4/2022). Foto : Cking. 


    PASUNDAN POST ■  Hj.Dewi Asmara, S.H.,M.H. anggota komisi IX DPR RI Fraksi partai Golkar bersama BPOM  pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan untuk masyarakat Kecamatan Cidahu di Aula Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu, (20/4/2022). 

    Pantauan Pasundanpost, sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan, politikus asal Partai Golkar Hj.Dewi Asmara, S.H.,M.H. didampingi oleh Forkopincam Kecamatan Cidahu, Kepala Desa Babakanpari Iwan Gunawan dan dari Badan POM Bandung, dihadiri oleh berbagai unsur elemen Desa Babakanpari, Kecamatan Cidahu. 

    Hj.Dewi Asmara, S.H.,M.H. anggota komisi IX DPR RI Fraksi partai Golkar menyampaikan, Sosialisasikan pada masyarakat khususnya makanan, Obat dan kosmetik yang sehat. Tujuannya memang pada saat menjelang lebaran ini banyak yang membeli buah tangan, dan makanan-makanan untuk buka puasa itu juga pas untuk memberikan edukasi ke masyarakat. Supaya menjual makanan yang memakai zat-zat yang dilarangdilarang dan berbahaya untuk kesehatan

    " Dalam Bulan Ramadhan ini saya sudah turun 2 atau 3 kali turun ke pasar basah, memang belum di Sukabumi tetapi di Surabaya, karena wilayah kerja saya se-Indonesia," Jelas Dewi. 

    Lebih lanjut Dewi, diakunya masih banyak pedagang yang belum mengetahui daganganya memakai zat-zat terlarang, karena mereka juga ngambil dari tengkulak(orang lain). 
    Karena mereka tidak tau dan kalo mereka diajarkan mereka juga bisa berubah. 

    " Contohnya waktu itu kita temui kerupuk warna-warni yang memakai zat pewarna, kemudian juga cendol,  cendol itu kalo tidak pakai zat-zat tertentu itu gampang hancur, pinginnya tetap kenyal, kan kalo terlalu banyak pakai zat-zat tertentu kan berbahaya untuk kesehatan,"ujarnya.

    Diakui Dewi, bahwa para pedagang juga belum semuanya tahu, jadi bukan sengaja juga, oleh karena itu tentu kita perlu mensosialisasikan, memberi pengetahuan atau mengedukasi tentang makanan dan obat yang sehat," Tegasnya Dewi. 

    " di bulan Puasa ini kita maklum masyarakat ini juga ingin ada tambahan rezeki, apalagi setelah adanya pandemi covid masyarakat ingin jual jajanan,"imbuhnya.

    Pihaknya, berharap masyarakat juga tetap awas dan yang menjual juga sedapat mungki menggunakan bahan-bahan yang tidak berbahaya pada kesehatan. 

    Oleh karena itu dirinya memberi edukasi bekerja sama dengan BPOM  mensosialisasikan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi (KIE) obat dan makanan untuk masyarakat Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. 

    Diakuinya, dorongan dari pihaknya juga akan dilakukan untuk membimbing dan melatih para produsen makanan, bukan hanya pedagangnya tetapi agar para produsennya memproduksi makanan yang sehat. 

    " Program itu sudah mulai dan itu memang dorongan dari kami," Tandasnya. (*Cking). 

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru

    loading...

    GAYA HIDUP

    +